Bhabinkamtibmas Mojorembun: Kedelai Andalan Ketahanan Pangan, Petani Harus Didampingi dari Bibit hingga Panen

Perjalanan panjang budidaya kedelai dimulai dari pemilihan bibit unggul, dirawat berbulan-bulan, dan berakhir di meja makan sebagai tahu dan tempe. Di Desa Mojorembun, Kecamatan Rejoso, Nganjuk, perjalanan itu tidak dilakukan sendirian. Pada Kamis (4/6/2026), Bhabinkamtibmas Aipda Priyono melaksanakan pemantauan pemanfaatan lahan persawahan dan Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) milik warga binaannya yang menanam kedelai sebagai komoditas andalan ketahanan pangan nasional. Aipda Priyono hadir untuk memastikan bahwa petani didampingi dari awal hingga akhir, karena tanpa pendampingan yang konsisten, potensi besar kedelai tidak akan tercapai. Inilah bentuk komitmen Polri untuk tidak hanya hadir saat ada masalah, tetapi hadir di setiap tahap perjuangan petani.

AKBP Suria Miftah Irawan, Kapolres Nganjuk, menyampaikan bahwa Polri melalui Bhabinkamtibmas terus hadir memberikan pendampingan dan motivasi kepada masyarakat agar mampu memanfaatkan lahan yang ada menjadi sumber pangan produktif dan bernilai manfaat. Beliau menjelaskan bahwa pendampingan dari bibit hingga panen adalah kunci keberhasilan budidaya kedelai, karena setiap tahap memiliki tantangannya masing-masing. Aipda Priyono di lapangan melakukan pengecekan perkembangan tanaman kedelai sekaligus berdialog dengan warga tentang pola perawatan, pengairan, dan pemupukan yang optimal. Dari dialog inilah muncul solusi-solusi praktis yang langsung bisa diterapkan oleh petani, sehingga risiko gagal panen bisa diminimalkan.

Saat berkeliling lahan pertanian, Aipda Priyono dengan sabar mendengarkan setiap keluhan dan keberhasilan warga, lalu memberikan catatan-catatan kecil yang sangat membantu. Warga pun merasa bahwa mereka tidak berjuang sendirian, karena ada polisi yang selalu siap mendampingi kapan pun dibutuhkan. Kapolsek Rejoso, AKP Totok Hariyanto, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendorong anggota untuk aktif mendukung masyarakat dalam kegiatan pertanian dan pemanfaatan lahan produktif. Menurutnya, pendampingan dari bibit hingga panen adalah investasi jangka panjang yang hasilnya tidak hanya dirasakan oleh petani tetapi juga oleh bangsa Indonesia secara keseluruhan.

Penutup dari cerita ini adalah bahwa kedelai sebagai andalan ketahanan pangan membutuhkan pendampingan yang tidak pernah putus. Aipda Priyono dan warga Mojorembun telah membuktikan bahwa dengan pendampingan dari bibit hingga panen, petani bisa sukses dan berkontribusi pada ketahanan pangan nasional. AKP Totok Hariyanto berharap pemanfaatan lahan persawahan maupun Pekarangan Pangan Bergizi ini dapat membantu meningkatkan ketahanan pangan keluarga sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat. Karena ketika petani didampingi dengan baik, mereka akan lebih percaya diri, dan ketika mereka percaya diri, mereka akan menanam lebih banyak, dan ketika mereka menanam lebih banyak, maka Indonesia akan semakin dekat dengan impiannya untuk mandiri pangan. Mari dukung pendampingan ini, karena dari desa Mojorembun, untuk Indonesia yang berdaulat pangan.(Avs)

AVSHALOM GROUP

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama