Pernahkah Anda membayangkan bahwa tanah kosong di depan rumah Anda bisa memberi makan keluarga setiap minggu? Warga Desa Jogomerto, Nganjuk, tidak hanya membayangkan, tetapi mewujudkannya. Jumat (29/5/2026), Aipda Widodo, Bhabinkamtibmas Polsek Warujayeng, memantau kebun pepaya dan terong di lahan pekarangan pinggir jalan. Program ketahanan pangan nasional yang didukung Polri ini telah mengubah wajah desa. Kini, setiap sudut jalan yang dulu gersang berubah menjadi hijau, produktif, dan penuh berkah. Polisi bukan penjaga jarak, melainkan bagian dari gerakan menanam.
Aipda Widodo tidak hanya memeriksa tanaman. Ia duduk bersama warga sambil ngopi, membahas cara mengusir ulat tanpa pestisida, dan kapan waktu terbaik memupuk pepaya. Semua dilakukan dengan santai tapi penuh makna. Warga pun merasa dihargai dan didengar. Tanaman terong yang dulu hanya ditanam asal-asalan sekarang tumbuh lebat berkat pendampingan yang konsisten. Pepaya pun berbuah besar karena warga tahu persis kapan harus membuang bunga jantan. Dari kebun pinggir jalan inilah desa belajar bahwa ketahanan pangan bisa dimulai tanpa menunggu bantuan besar.
Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menekankan bahwa Polri akan terus mendorong kegiatan produktif semacam ini. "Kreativitas warga adalah aset bangsa," ujarnya. Kapolsek Warujayeng Kompol H. Ahmad Junaedi berharap setiap anggota Bhabinkamtibmas memiliki program serupa. "Jangan biarkan satu jengkal pun tanah tidak bermanfaat," katanya. Dari Jogomerto, kita semua diingatkan bahwa lahan kosong bukanlah akhir, melainkan awal dari sesuatu yang hidup. Dengan polisi yang mendampingi dan warga yang bergerak, pinggir jalan pun bisa menjadi lumbung pangan yang tak pernah kering. (Avs)
