Malam takbir yang semarak dan Hari Raya Iduladha yang penuh berkah harus berlangsung dalam suasana yang aman dan nyaman, itulah komitmen yang ditegaskan Polres Nganjuk melalui apel gelar pasukan di lapangan apel Polres Nganjuk pada Selasa (26/5/2026). Ribuan personel gabungan dari TNI-Polri, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, hingga organisasi kemasyarakatan dikerahkan dalam operasi pengamanan terpadu yang akan berlangsung selama periode malam takbir hingga selesainya seluruh rangkaian ibadah Iduladha. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan dalam amanatnya menekankan bahwa setiap personel harus mengemban tugas dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan, karena yang dipertaruhkan adalah kenyamanan ribuan warga yang akan melaksanakan ibadah. Ia juga mengingatkan pentingnya langkah preventif dan preemtif, serta kewaspadaan terhadap potensi gangguan kamtibmas yang bisa muncul sewaktu-waktu.
Kapolres memerintahkan penempatan pasukan gabungan di titik-titik strategis di seluruh Kabupaten Nganjuk, termasuk di masjid-masjid besar yang diprediksi menjadi pusat kegiatan takbiran dan sholat Iduladha. Pengaturan lalu lintas akan dilakukan secara ketat di jalur protokol, kawasan rawan kepadatan, dan area yang menjadi akses utama menuju lokasi ibadah, dengan rekayasa arus yang diterapkan secara dinamis sesuai kebutuhan. Petugas lalu lintas juga akan siaga untuk mengantisipasi kemacetan yang mungkin terjadi akibat lonjakan kendaraan pemudik lokal dan warga yang keluar rumah untuk bersilaturahmi. Sinergi antara TNI, Polri, dan instansi terkait lainnya menjadi kekuatan utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama periode rawan ini.
Kepada masyarakat, Kapolres mengimbau agar kegiatan takbiran dipusatkan di masjid dan musala, tidak dengan konvoi keliling di jalan raya yang berisiko tinggi menyebabkan kecelakaan lalu lintas dan gangguan ketertiban. Larangan menyalakan petasan dan kembang api ditegaskan kembali karena selain membahayakan diri sendiri, suara ledakan juga dapat mengganggu kekhusyukan warga lain yang sedang beribadah di malam hari. Penggunaan pengeras suara luar diminta dibatasi hingga pukul 24.00 WIB sebagai bentuk penghormatan terhadap hak istirahat masyarakat sekitar, terutama bagi lansia dan anak-anak. Warga juga diajak untuk aktif berkoordinasi dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing, termasuk dengan menghidupkan kembali siskamling dan melaporkan hal-hal mencurigakan ke aparat terdekat.
Polres Nganjuk memastikan bahwa layanan darurat 110 akan beroperasi penuh selama 24 jam selama periode malam takbir hingga selesainya perayaan Iduladha, dan masyarakat tidak perlu ragu untuk menghubungi nomor tersebut. Kapolres berharap dengan sinergi seluruh unsur pengamanan dan dukungan penuh dari masyarakat, situasi kamtibmas tetap terjaga kondusif sehingga perayaan Iduladha tahun ini berlangsung aman, lancar, dan penuh keberkahan. Apel gelar pasukan ini menjadi bukti bahwa Polres Nganjuk dan seluruh mitranya siap memberikan pelayanan terbaik demi kenyamanan bersama, serta mengajak seluruh warga untuk merayakan hari raya dengan penuh kedamaian dan saling menghormati.(Avs)
