Tujuh Tangan Diborgol, Dua Motor Kembali ke Pangkuan: Probolinggo Mulai Aman


Sabtu pekan lalu menjadi hari yang sibuk bagi tim Reskrim Polres Probolinggo. Bukan hanya karena mereka harus bergerak ke berbagai lokasi untuk menangkap pelaku kejahatan, tetapi juga karena mereka harus memastikan setiap barang bukti tidak tercampur atau hilang. Hasil kerja keras itu membuahkan angka membanggakan: tujuh tersangka pencurian dengan kekerasan dan pencurian motor berhasil diamankan, lengkap dengan senjata tajam serta alat pembobol kunci kontak sebagai barang bukti utama.

Kapolres AKBP M. Wahyudin Latif menjelaskan bahwa modus para pelaku cukup beragam. Ada yang beraksi di siang hari dengan memepet korban yang sedang sendirian di jalan sepi, ada pula yang mengincar parkiran minimarket yang minim pencahayaan di malam hari. Polisi mengapresiasi masyarakat yang mulai berani melapor karena selama ini banyak korban enggan ke kantor polisi dengan alasan repot. Laporan itulah yang kemudian dikembangkan menjadi penyelidikan intensif hingga pelaku berhasil diringkus.

Setelah pemeriksaan pendahuluan, dua dari tujuh tersangka diketahui baru saja menjual motor curiannya ke penadah. Polisi masih menelusuri aliran dana hasil penjualan tersebut. Sementara itu, dua unit kendaraan yang berhasil disita langsung dikembalikan ke pemiliknya dalam sebuah acara sederhana di Mapolres. Kedua korban, yang sempat putus asa, mengaku tidak menyangka bahwa motor mereka bisa kembali karena biasanya kasus curanmor mampung di meja penyidik tanpa kejelasan.

Kapolres mengimbau masyarakat untuk tidak lengah dan memasang kunci ganda pada kendaraan roda dua mereka. Selain itu, ia berjanji akan meningkatkan patroli di jam-jam rawan, terutama malam hingga dini hari. Ketujuh tersangka saat ini masih menjalani proses hukum lebih lanjut dan terancam hukuman penjara yang lama. Dengan pengungkapan ini, Polres Probolinggo berharap efek jera akan segera dirasakan oleh pelaku kejahatan lainnya yang masih berkeliaran.(Avs)

AVSHALOM GROUP

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama