Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menjelaskan bahwa pembinaan kepada remaja tidak harus selalu dilakukan di ruang formal seperti sekolah atau balai desa. Kegiatan sosial dan keagamaan yang dekat dengan kehidupan mereka justru menjadi media paling efektif, karena suasana yang sudah akrab membuat pesan lebih mudah meresap. Ia ingin generasi muda memahami bahwa tertib berlalu lintas adalah bagian dari disiplin dan kepatuhan terhadap hukum secara utuh, bukan sekadar untuk menghindari tilang. Dengan pendekatan yang santun dan tidak menggurui di masjid, Polri berharap nilai-nilai keselamatan dapat tertanam sejak dini dan menjadi kebiasaan yang melekat seumur hidup.
Dalam praktiknya, anggota Satlantas tidak memberikan ceramah panjang yang membosankan. Mereka memanfaatkan waktu jeda pengajian untuk mengajak remaja berdiskusi interaktif, bahkan mengadakan kuis sederhana dengan hadiah helm kecil. Antusiasme peserta melonjak, ditandai dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan, seperti tentang prosedur membuat SIM di bawah umur, sanksi menggunakan plat nomor palsu, dan bagaimana melaporkan jika melihat balapan liar di sekitar rumah. Kasat Lantas AKP Ivan Danara Oktavian menambahkan bahwa program Polantas Menyapa memang dirancang untuk menjangkau komunitas-komunitas yang selama ini mungkin luput dari sosialisasi formal. Remaja masjid, menurutnya, adalah target strategis karena mereka adalah agen perubahan potensial di lingkungannya.
Satlantas Polres Nganjuk berharap melalui kegiatan sederhana namun inovatif ini, tercipta generasi muda yang sadar hukum, disiplin, dan mampu menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan masing-masing. Mereka tidak hanya akan patuh sendiri, tetapi juga akan mengajak teman-teman, adik-adik, bahkan orang tua mereka untuk lebih tertib di jalan. Polantas Nganjuk berencana untuk terus menggelar Polantas Menyapa di berbagai kesempatan, termasuk pengajian, peringatan hari besar Islam, dan kegiatan remaja masjid lainnya. Karena menurut mereka, setiap momen adalah kesempatan untuk menyelamatkan nyawa, dan tidak ada tempat yang lebih baik untuk memulai selain dari tempat ibadah yang menyejukkan hati.(Avs)

