Jakarta- Keandalan listrik nasional sedang diuji, dan Fahmy Radhi melihat ada celah besar dalam rantai pasokan batu bara yang harus segera diperbaiki. Pengamat dari UGM ini dengan tegas menyambut positif langkah penyidikan Kortas Tipidkor Polri, namun ia mengingatkan bahwa penegakan hukum harus dibarengi dengan solusi sistemik jangka panjang. Menurutnya, kasus pelanggaran DMO yang terungkap saat ini hanyalah puncak gunung es dari masalah struktural yang membuat PLN selalu berjuang di menit-menit akhir untuk mendapatkan bahan bakar.
Jakarta- Fahmy menjelaskan bahwa selama ini perusahaan tambang memiliki kecenderungan natural untuk mengutamakan pasar ekspor saat harga sedang tinggi, karena margin keuntungan yang jauh lebih besar. Namun, ia mengkritik bahwa pemerintah terlalu lambat dalam memperbarui mekanisme kompensasi atau insentif agar DMO tidak terlihat sebagai beban. Ia mencontohkan bahwa harga 70 dolar AS per metrik ton yang ditetapkan sudah ketinggalan zaman dan tidak mencerminkan dinamika pasar, sehingga diperlukan formula baru yang adil bagi kedua belah pihak, namun tetap mengikat secara hukum.
Jakarta- Dalam kesempatan itu, Fahmy tidak hanya berbicara tentang sanksi, tetapi juga mengajukan gagasan restrukturisasi kontrak jangka panjang antara PLN dan pemasok. Ia mengusulkan adanya klausul penalti otomatis yang mengikat secara perdata, sehingga setiap keterlambatan atau pengurangan volume pasokan akan langsung dikompensasi secara finansial. Dengan sistem yang lebih transparan dan terukur, PLN tidak akan lagi dibuat kalang kabut oleh perubahan harga global, dan masyarakat pun terhindar dari risiko pemadaman yang merugikan.
Jakarta- Menutup paparannya, Fahmy menekankan bahwa upaya Kortas Tipidkor Polri harus menjadi momentum untuk mendorong transformasi tata kelola mineral nasional. Ia berharap ada sinergi antara Kementerian ESDM, PLN, dan aparat hukum untuk menciptakan ekosistem yang menguntungkan semua pihak, terutama kepentingan publik. Jika tidak, kasus serupa akan terus terulang setiap kali harga batu bara dunia naik, dan rakyat akan selalu menjadi korban dari permainan pasokan yang tidak terkendali.(Avs)
