Di Ujung Seleksi, 404 Catar Akpol Jalani Rikpil di Hadapan Wakapolri


Semarang- Puncak dari proses seleksi calon taruna Akademi Kepolisian tahun anggaran 2026 telah tiba ketika Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo secara langsung memimpin pemeriksaan penampilan bagi 404 peserta di Gedung Serba Guna Akpol Semarang. Ratusan pemuda dan pemudi dari berbagai provinsi ini telah melewati lika-liku seleksi yang dimulai dari tingkat polda, dan kini mereka berdiri di hadapan para petinggi Polri dengan hati berdebar menantikan penilaian final. Pemeriksaan yang berlangsung dua hari ini bukan sekadar parade penampilan, melainkan gerbang terakhir yang akan menentukan apakah impian mereka menjadi perwira Polri akan terwujud.


Wakapolri menyampaikan bahwa masa depan institusi kepolisian sangat ditentukan oleh kualitas generasi penerus yang dipersiapkan saat ini. Ia menegaskan bahwa Polri membutuhkan tidak hanya sosok cerdas dan bugar, tetapi juga individu yang memiliki karakter kuat, kepedulian terhadap sesama, dan keberanian untuk mengambil keputusan sulit di tengah situasi yang tidak menentu. Pemeriksaan penampilan, dalam konteks ini, menjadi sarana untuk mengukur apakah calon taruna memiliki jiwa kepemimpinan yang sejati atau hanya sekadar mengandalkan penampilan fisik yang instan.


Proses seleksi yang telah dilalui catar tergolong sangat komprehensif, dimulai dari pemeriksaan administrasi, tes akademik, kesamaptaan jasmani, psikologi, kesehatan, hingga pendalaman mental dan kepribadian di tingkat panitia daerah. Setelah dinyatakan lolos, mereka dikirim ke Semarang untuk menjalani seluruh rangkaian tes ulang di tingkat pusat dengan standar penilaian yang lebih ketat. Kini, di tahap pemeriksaan penampilan, 365 calon taruna pria dan 35 calon taruni wanita harus meyakinkan para penilai bahwa mereka layak menyandang status taruna Akpol.


Deretan pejabat utama Polri yang hadir sebagai penilai menunjukkan betapa seriusnya seleksi ini, mulai dari Kalemdiklat, Asisten SDM, Kadiv Propam, Wairwasum, hingga Gubernur Akpol. Mereka tidak hanya menilai postur dan cara berpakaian, tetapi juga menangkap aura percaya diri, kedisiplinan, dan etika yang terpancar dari setiap peserta. Komjen Dedi menyebut pemeriksaan penampilan sebagai evaluasi akhir yang memastikan bahwa hasil seleksi sebelumnya tidak bertentangan dengan kenyataan di lapangan, sehingga tidak ada celah bagi peserta yang tidak berkualitas untuk lolos.


Dengan berakhirnya pemeriksaan penampilan, babak seleksi Taruna Akpol 2026 resmi ditutup, dan kini semua mata tertuju pada pengumuman hasil akhir. Wakapolri berharap para peserta dapat menerima apapun keputusan yang akan diambil, karena proses ini telah dijalankan dengan penuh integritas dan keadilan. Bagi yang berhasil, pintu Akpol akan terbuka lebar sebagai awal dari perjalanan panjang menjadi perwira Polri yang profesional dan humanis. Bagi yang belum beruntung, semangat juang jangan pernah padam, karena setiap kegagalan adalah pelajaran untuk meraih kesuksesan di kesempatan yang akan datang.(Avs)

AVSHALOM GROUP

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama