Jakarta- Jumat (24/7) menjadi hari bersejarah bagi dunia perburuhan Indonesia ketika Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara resmi meresmikan Sekretariat Bersama Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia. Peresmian ini menandai titik temu dari berbagai konfederasi yang sebelumnya bergerak sendiri, kini menyatu dalam wadah yang lebih terorganisir. Sigit mengapresiasi langkah besar ini sebagai bukti bahwa buruh Indonesia telah dewasa dalam berdemokrasi dan siap mengambil peran strategis dalam pembangunan nasional di tengah situasi global yang tidak menentu.
Kapolri menguraikan bahwa tekanan ekonomi dari luar, seperti kenaikan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah, memberikan efek domino yang luas terhadap sektor riil. Dalam kondisi seperti ini, buruh tidak bisa sekadar menjadi penonton, melainkan harus turut serta dalam menjaga stabilitas dan mencari solusi bersama. Ia mengingatkan bahwa perjuangan memperjuangkan hak dan kesejahteraan harus diimbangi dengan kesadaran untuk menjaga iklim investasi, karena tanpa investasi, lapangan kerja justru akan mengering dan buruh sendirilah yang paling merugi.
Sigit juga membeberkan sejumlah program strategis yang sedang dijalankan pemerintah, seperti hilirisasi yang diprediksi menyerap jutaan tenaga kerja, serta swasembada pangan dan energi yang menjadi kunci ketahanan nasional. Ia mengajak buruh untuk mendukung program-program tersebut dengan kritis namun konstruktif, bukan dengan cara yang kontraproduktif. Menurutnya, buruh yang cerdas adalah buruh yang mampu membaca peluang di tengah krisis dan tidak terjebak dalam pola pikir konfrontatif yang usang.
Selain itu, Kapolri menyoroti peran Desk Ketenagakerjaan Polri yang telah menjadi andalan bagi para pekerja yang menghadapi masalah dengan perusahaan. Dengan 291 perkara yang ditangani dan kompensasi miliaran rupiah yang berhasil diperjuangkan, desk ini membuktikan bahwa Polri serius dalam melindungi hak-hak buruh. Sigit meminta jajarannya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, menjangkau lebih banyak pekerja informal seperti ojek online, dan memastikan bahwa setiap pengaduan ditangani dengan cepat dan adil. Ia menegaskan bahwa program ini akan terus berlanjut, tidak peduli siapapun yang memimpin Polri ke depan.
Di akhir pidatonya, Sigit menyampaikan harapan besar bahwa sekretariat bersama ini akan menjadi rumah bagi perjuangan yang terarah dan produktif. Ia menutup dengan ajakan untuk bersama-sama mengawal kebijakan negara dan menjaga suasana tetap kondusif, karena Indonesia Emas 2045 hanya akan terwujud jika semua anak bangsa bersatu padu. Buruh bukanlah musuh negara, melainkan mitra utama dalam mewujudkan kemakmuran yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia.(Avs)
.jpeg)