Sejak Sabtu (6/6/2026), ada pemandangan tak biasa di Desa Garu, Kecamatan Baron, Nganjuk. Seorang polisi berseragam cokelat, Aipda Wahyu, terlihat akrab dengan petani jagung dan pembibit kelengkeng. Dia tidak sedang berlibur atau menjalankan hobi. Ini adalah tugas resmi dari Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan yang mengarahkan seluruh Bhabinkamtibmas menjadi penggerak ketahanan pangan. Pendampingan kepada masyarakat di sektor pertanian kini masuk dalam daftar prioritas kepolisian.
Aipda Wahyu melakukan pemantauan dengan cara yang sistematis namun santai. Ia mengecek kondisi tanaman jagung apakah ada yang terserang hama ulat atau bulai. Ia juga mengamati pertumbuhan bibit kelengkeng, menanyakan sumber pupuk, dan mencatat kendala distribusi. Kapolres menyampaikan bahwa pendampingan ini bertujuan agar sektor pertanian dan pembibitan dapat berkembang optimal dan memberikan manfaat ekonomi bagi warga. "Polri membantu menjaga stabilitas pangan," ujar AKBP Suria Miftah Irawan.
Kapolsek Baron AKP Roni Andreas Suharto berharap sinergi antara polisi dan petani terus terjalin dengan baik. Melalui pendampingan rutin seperti ini, para petani jagung dan pembibit kelengkeng di Desa Garu merasa diperhatikan. Mereka tidak lagi sendirian menghadapi kerasnya alam dan pasang surut harga pasar. Ada Aipda Wahyu, polisi yang siap mendengarkan, mencatat, dan mengawal dari masa tanam hingga panen tiba. Ketahanan pangan nasional, ternyata, dimulai dari percakapan sederhana di ladang.(Avs)
.jpeg)