Ketika Tim URC Polres Magetan meringkus SM dan SL di Pati, Jawa Tengah, para penyidik tidak menyangka bahwa kasus ini akan melebar ke lima daerah lain. Kapolres AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa mengungkapkan bahwa dari hasil pemeriksaan intensif, kedua tersangka mengakui telah melakukan pencurian sepeda tidak hanya di Magetan. Kota Madiun, Ponorogo, Bojonegoro, Tuban, dan Kendal menjadi daftar panjang lokasi kejahatan mereka. Artinya, komplotan ini adalah ancaman serius bagi pemilik sepeda di seluruh Jawa Timur dan sebagian Jawa Tengah.
Pencurian pertama yang dilaporkan di Magetan terjadi pada 25 Mei 2026 di KPR Selosari. Namun setelah polisi mendata, setidaknya ada enam lokasi berbeda di Kabupaten Magetan yang menjadi korban. Empat di Perumahan Gitadini, satu di KPR Selosari, dan satu di Jalan Sadewo. Semua kejadian menggunakan modus yang sama: dini hari, tang potong, rantai besi diputus, dan sepeda dibawa lari menggunakan mobil Wuling. Barang bukti yang disita mencapai delapan unit sepeda gunung, satu mobil, dan satu tang potong.
SM (37) warga Demak dan SL (31) warga Jepara ternyata bergerak secara sistematis. Mereka tidak tinggal di Magetan, melainkan datang dari Jawa Tengah, beraksi, lalu pulang kembali. Ini yang membuat pelacakan mereka cukup sulit. Berkat kerja sama Tim URC dengan aparat di Pati, kedua pelaku akhirnya bisa diringkus. Penyidik kini tengah mendalami apakah masih ada pelaku lain atau jaringan yang lebih besar di balik komplotan ini.
Kapolres Magetan menyebut bahwa pengungkapan kasus ini adalah bentuk nyata komitmen Polres Magetan dalam merespons setiap keresahan masyarakat. Viral di media sosial memang membantu, tetapi kerja lapangan Tim URC-lah yang benar-benar membuahkan hasil. Penangkapan di Pati menjadi bukti bahwa polisi tidak akan berhenti di batas wilayah hukumnya. Mereka akan memburu pelaku ke mana pun kabur.
Kedua tersangka dijerat Pasal 477 Ayat (2) KUHP baru dengan ancaman sembilan tahun penjara. Polres Magetan mengimbau masyarakat di seluruh daerah, bukan hanya Magetan, untuk lebih waspada. Jika Anda memiliki sepeda gunung yang cukup mahal, jangan biarkan di teras hanya dengan rantai biasa. Pasang kunci ganda, atau lebih baik simpan di dalam rumah. Karena pengalaman dari Magetan menunjukkan bahwa sepeda favorit Anda bisa lenyap dalam hitungan menit. (Avs)
.jpeg)