Ketahanan Pangan Dimulai dari Ladang: Polsek Ngetos Kirim Bhabinkamtibmas ke Lahan Jagung


Tidak ada yang lebih penting bagi sebuah bangsa selain memastikan rakyatnya tidak kelaparan. Itulah kesadaran yang mendorong Polsek Ngetos, Nganjuk, mengirimkan Aipda Gesang, Bhabinkamtibmas Desa Kepel, untuk turun langsung ke lahan jagung milik warga, Jumat (12/6/2026). Bukan untuk berjaga-jaga dari kejahatan, tetapi untuk memantau perkembangan tanaman sekaligus memberikan pendampingan teknis dan moral. Langkah ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan tidak bisa hanya diurus dari belakang meja, tetapi harus disentuh langsung di lapangan, di sela-sela batang jagung yang mulai berbuah.

Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan memberikan lampu hijau bagi seluruh jajarannya untuk aktif terlibat dalam pendampingan pertanian. "Polri melalui Bhabinkamtibmas terus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan pendampingan dan motivasi," tegas AKBP Suria. Kegiatan pemantauan ini, menurutnya, bukan sekadar program musiman, tetapi kebutuhan strategis. Dengan mengidentifikasi kendala petani secara langsung, Polri dapat mengoordinasikan bantuan dari dinas terkait lebih cepat dan tepat sasaran. Tidak ada lagi keluhan yang menggantung tanpa kejelasan.

Aipda Gesang melaksanakan tugasnya dengan penuh ketelitian. Ia tidak hanya mengecek kondisi fisik tanaman jagung, tetapi juga menggali informasi tentang perawatan, kebutuhan pupuk, serta kendala pengairan. Ia duduk di pinggir ladang bersama petani sambil mencatat semua keluhan. Ada yang mengeluhkan harga pupuk yang mahal, ada yang butuh bantuan alat pengendali hama, ada pula yang khawatir dengan fluktuasi harga jagung saat panen. Semua dicatat dan akan diteruskan ke pihak berwenang. Ini adalah bentuk kehadiran negara yang nyata.

Kapolsek Ngetos AKP Jajuli menginstruksikan agar pendampingan seperti ini dilakukan secara rutin. "Kehadiran anggota Polri di tengah petani diharapkan dapat memberikan semangat serta membantu menciptakan situasi yang aman dan kondusif," ujar AKP Jajuli. Dengan situasi yang aman, petani bisa bekerja dengan tenang. Mereka tidak perlu khawatir hasil panennya dicuri atau lahannya menjadi sasaran sengketa. Selain itu, hubungan yang erat antara polisi dan petani juga menjadi benteng terhadap potensi gangguan keamanan di wilayah perdesaan.

Melalui kegiatan ini, Polri menunjukkan bahwa ketahanan pangan adalah bagian dari tugas pokoknya menjaga keamanan dan kesejahteraan masyarakat. Dari ladang jagung di Desa Kepel, Nganjuk, sebuah pesan menginspirasi: jangan pernah menganggap remeh peran polisi di sektor pertanian. Karena ketika jagung dipanen dan lumbung pangan terisi, maka di situlah stabilitas nasional benar-benar terjamin. Dan polisi, dengan sepatu bot dan seragamnya, akan selalu ada di barisan terdepan. (Avs)

AVSHALOM GROUP

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama