Pernahkah Anda membayangkan mengikuti ujian praktik SIM dengan pendamping polisi yang selalu tersenyum dan memberi semangat? Itulah masa depan yang sedang dibangun di Polres Nganjuk. Pada Rabu (6/5/2026), program Polantas Menyapa menjadi ajang transfer ilmu dari Aipda Andik kepada para siswa Latihan Kerja Bintara Brimob. Mereka diajari bahwa pelayanan SIM ke depan harus bergeser dari sekadar ujian yang menegangkan menjadi sesi bimbingan yang mendukung. Jika generasi calon polisi ini berhasil menyerap ilmunya, maka wajah pelayanan SIM di Nganjuk akan berubah drastis dalam beberapa tahun ke depan.
Apa saja perubahan yang diharapkan? Kasat Lantas Polres Nganjuk AKP Ivan Danara Oktavian memaparkan bahwa Aipda Andik telah mencontohkan standar baru: menyapa pemohon dengan nama setelah melihat KTP, memberikan pengarahan pra-ujian dalam bahasa yang mudah dicerna, serta menawarkan waktu latihan tambahan bagi peserta yang belum percaya diri. Para siswa Latja Brimob, yang kelak akan ditempatkan di berbagai unit, diminta untuk menginternalisasi standar ini dan membawanya ke mana pun mereka bertugas. Mereka tidak hanya belajar untuk hari ini, tetapi untuk puluhan tahun ke depan ketika mereka sudah menjadi perwira dan melatih generasi di bawah mereka.
Dalam praktiknya, Aipda Andik bahkan membuat semacam "kode etrik kecil" bagi para siswa Latja: tidak boleh ada kata "salah" atau "gagal" yang diucapkan dengan nada tinggi, harus selalu ada solusi atau saran perbaikan setelah koreksi, dan setiap pemohon berhak mendapatkan senyuman seteRika minimal dua kali selama proses ujian. Aturan-aturan yang sederhana tetapi revolusioner ini ditulis tangan oleh para siswa Latja di buku catatan mereka, disimpan rapi bersama buku panduan teknis lainnya. Mereka sadar bahwa kemajuan pelayanan publik seringkali dimulai dari perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten.
AKP Ivan Danara Oktavian menutup dengan mimpi besarnya. "Kami ingin suatu hari nanti, mendengar kata ujian SIM tidak lagi membuat orang grogi, tetapi justru merasa yakin karena tahu akan dilatih oleh polisi-polisi yang ramah," ujarnya. Dengan Polantas Menyapa yang melibatkan siswa Latja Brimob, benih perubahan itu sudah ditanam. Generasi polisi masa depan Nganjuk tidak hanya pintar menilang atau jago memburu pelaku kejahatan, tetapi juga handal dalam membuat masyarakat tersenyum saat mengurus administrasi. Inilah wajah baru Polri yang Presisi: tegas dalam tindakan, lembut dalam pelayanan.(Avs)
