Apa yang lebih berharga dari jagung yang siap dipanen bulan depan? Jawabannya adalah tanah subur yang masih bisa ditanami oleh anak cucu 20 tahun kemudian. Itulah perspektif yang ditanamkan Aiptu Gunawan dari Polsek Wilangan kepada warga Dusun Tampang saat memantau lahan bahon Perhutani pada Rabu (6/5/2026). Sistem tumpang sari yang diterapkan untuk menanam jagung dan komoditas lain bukan sekadar solusi pangan saat ini, tetapi investasi jangka panjang yang akan terus memberi hasil bagi generasi mendatang.
Mengapa tumpang sari lebih berkelanjutan dibanding metode pertanian konvensional di lahan hutan? Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menjelaskan bahwa dengan tidak membuka lahan secara total dan tetap mempertahankan pohon-pohon hutan, struktur tanah di bahon tidak rusak. Tanaman pendek yang ditanam bersama jagung membantu mengembalikan unsur hara secara alami, sehingga tanah tidak cepat tandus. Aiptu Gunawan secara rutin mengingatkan warga untuk tidak menggunakan pupuk kimia berlebihan, karena residu beracun dapat bertahan bertahun-tahun dan merusak lahan untuk masa depan.
Dalam pemantauan lapangan, Aiptu Gunawan sering membawa serta tokoh pemuda desa agar mereka belajar langsung cara mengelola lahan bahon dengan bijak. Ia mengajarkan bahwa memanen jagung hari ini adalah hak, tapi menjaga tanah agar tetap subur adalah tanggung jawab. Warga pun mulai membuat peta sederhana area bahon yang sudah ditanami, mencatat rotasi tanaman setiap musim, agar tanah tidak kelelahan. Dialog lintas generasi ini menciptakan kesadaran bahwa ketahanan pangan adalah proyek abadi yang tidak berhenti pada satu kali panen raya.
Kapolsek Wilangan AKP Muh. Fatoni menutup dengan harapan besar. "Kami ingin kegiatan ini meninggalkan warisan berupa lahan produktif dan pola pikir berkelanjutan," ujarnya. Dengan tumpang sari di lahan bahon, warga Wilangan tidak hanya memikirkan perut mereka yang lapar hari ini, tetapi juga perut anak cucu yang belum lahir. Hutan tetap lestari, tanah tetap subur, jagung tetap berbuah, dan dari bawah pohon yang sama, generasi demi generasi akan terus memanen. Inilah polisi yang menanam bukan hanya benih jagung, tetapi juga benih masa depan.(Avs)
