Dari Mancon, Wilangan: Soim Rohani Tunjukkan Cara Pemimpin Desa Bekerja Sama dengan Polisi


Di sebuah dusun yang tenang di Kecamatan Wilangan, Selasa (5/5/2026) menjadi saksi bagaimana seorang pemimpin lokal bisa menjadi jembatan antara masyarakat dan aparat. Soim Rohani, Ketua Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Nganjuk, membuka rumahnya di Dusun Dawuhan, Desa Mancon, untuk menerima kunjungan Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan beserta jajaran. Lebih dari sekadar tuan rumah, ia tampil sebagai pemimpin yang paham betul apa yang dibutuhkan desanya: keamanan yang kolaboratif dan antisipasi terhadap ancaman miras yang selama ini disepelekan.

Apa yang membuat Soim Rohani berbeda? Dalam forum silaturahmi tersebut, ia tidak hanya mendengarkan, tetapi juga berbicara berani. Ia mengingatkan Kapolres bahwa persoalan miras di desa seringkali dianggap remeh oleh aparat, padahal dari situlah benih-benih kejahatan besar tumbuh. Ia juga meminta agar polisi lebih sering hadir di acara-acara desa, bukan hanya ketika ada laporan kejadian. Dengan cara itu, warga akan terbiasa melihat polisi sebagai pelindung, bukan sebagai petugas yang datang hanya saat ada masalah.

Kapolres Nganjuk menghargai keterusterangan Soim Rohani. Ia menyadari bahwa pemimpin lokal seperti Soim adalah aset berharga yang tidak bisa dibeli dengan uang. Keberaniannya menyuarakan apa yang dirasakan warganya membuat komunikasi menjadi lebih jujur dan efektif. Soim Rohani pun menegaskan bahwa PPDI di bawah kepemimpinannya akan terus terbuka untuk berdialog, mengkritik secara membangun, dan mendukung kebijakan polisi yang memang berpihak pada keamanan warga.

Melalui silaturahmi yang diprakarsai dari rumahnya ini, Soim Rohani memberi teladan bahwa pemimpin desa tidak harus pasif menunggu perintah dari atas. Ia bisa menjadi inisiator, menjadi tuan rumah, dan menjadi suara yang menyatukan polisi dan masyarakat. Dengan keteladanan seperti ini, diharapkan semakin banyak tokoh lokal di Nganjuk yang berani mengambil peran serupa, sehingga keamanan bukan lagi tanggung jawab polisi semata, tetapi gerakan kolektif yang dimulai dari para pemimpin di setiap dusun.(Avs)

AVSHALOM GROUP

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama