Satu Pekarangan, Ratusan Sawi: BRIGPOL Al Hanib Buktikan Hidroponik Solusi Jitu Ketahanan Pangan di Sonobekel


Dari satu pekarangan yang tadinya hanya ditumbuhi rumput liar, kini bisa dihasilkan ratusan batang sawi segar setiap bulan. Itulah keajaiban yang diciptakan oleh Bhabinkamtibmas Desa Sonobekel, BRIGPOL Al Hanib, bersama warga binaannya melalui program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) berbasis hidroponik, Rabu (20/5/2026). Sistem pertanian modern ini menjadi langkah nyata mendukung program ketahanan pangan nasional, karena warga tidak lagi mengeluh tentang lahan yang sempit, tetapi justru bersemangat memanfaatkan setiap sudut pekarangan untuk instalasi hidroponik vertikal.

Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan, menyampaikan bahwa inovasi seperti hidroponik adalah contoh sempurna bagaimana masyarakat bisa beradaptasi dengan keterbatasan lahan tanpa mengorbankan produktivitas pangan. Ia menegaskan bahwa Polri melalui Bhabinkamtibmas akan terus mendorong masyarakat agar memanfaatkan pekarangan rumah dengan cara-cara kreatif dan produktif, sehingga kebutuhan sayuran keluarga bisa terpenuhi secara mandiri. Tanaman sawi dengan sistem hidroponik memiliki keunggulan luar biasa: pertumbuhan lebih cepat, hasil lebih bersih, dan risiko gagal panen lebih rendah dibandingkan metode konvensional.

Di lapangan, BRIGPOL Al Hanib melakukan monitoring sambil berdialog hangat dengan warga tentang cara merawat instalasi hidroponik agar tetap produktif dalam jangka panjang. Ia mengajarkan teknik rotasi tanaman, misalnya setelah panen sawi, warga bisa menanam selada atau kangkung hidroponik di lubang tanam yang sama tanpa perlu mengganti media. Ia juga memberikan tips menghemat biaya operasional, seperti menggunakan pompa air tenaga surya atau membuat nutrisi sendiri dari bahan-bahan alami. Kapolsek Warujayeng, Kompol H. Ahmad Junaedi, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendukung kegiatan anggota yang memberikan edukasi dan pendampingan, karena metode hidroponik ini adalah investasi jangka panjang untuk ketahanan pangan desa.

Bayangkan jika setiap pekarangan di Nganjuk mengadopsi sistem hidroponik seperti yang dicontohkan BRIGPOL Al Hanib. Maka, bukan hanya ketahanan pangan yang terwujud, tetapi juga perekonomian desa yang bergerak karena kelebihan hasil panen bisa dijual. Desa Sonobekel sedang menulis sejarah baru: dari pekarangan yang sempit, mereka membangun kemandirian pangan yang modern, efisien, dan berkelanjutan. Dan semua itu dimulai dari seorang Bhabinkamtibmas yang percaya bahwa setiap tetes air dan setiap sinar matahari adalah peluang untuk menanam masa depan yang lebih baik.(Avs)

AVSHALOM GROUP

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama