Panen Raya di Tuban: Antara Optimisme dan Kebutuhan Mendesak


Tuban menjadi pusat perhatian nasional saat Presiden Prabowo Subianto hadir dalam panen raya jagung serentak yang juga dirangkai dengan peresmian 10 gudang ketahanan pangan Polri. Para petani dan kelompok tani datang berbondong-bondong, bukan hanya untuk melihat kepala negara, tetapi juga untuk menyampaikan harapan dan keluhan yang selama ini mengendap.(Avs)

Tasmuri dari Poktan Ngudi Makmur menjadi salah satu wajah gembira di tengah ladang. Ia mencatat setidaknya tiga kemajuan: harga jagung menyentuh Rp6.200, pupuk lebih murah, dan pelayanan pupuk yang lebih mudah. Namun ia tidak serta merta melupakan tantangan lama. Irigasi adalah kata yang ia ulang berkali-kali, karena tanpa air, panen kedua di lahannya bisa gagal total dan merugikan 750 petani penggarap.(Avs)

Di kelompok petani hutan, Sudarlim menyuarakan kebutuhan yang berbeda namun sama mendesaknya. Baginya, fasilitas pascapanen seperti alat pengering adalah prioritas. "Agar kami bisa mengakses Bulog dan mendapat harga maksimal," jelasnya. Ia juga berharap ada sumur dalam sehingga frekuensi tanam bisa ditingkatkan, mengurangi ketergantungan pada hujan yang kian tidak menentu.(Avs)

Meski banyak pekerjaan rumah, optimisme tidak luntur. Sudarlim menegaskan keyakinannya bahwa swasembada pangan akan tercapai di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. Ia menutup dengan doa yang tulus: "Sukses selalu Pak Prabowo memimpin Indonesia, sebagai anugerah terbesar dari Yang Maha Esa." Harapan itu kini tergantung pada tindak lanjut janji-janji yang terucap di tengah hamparan jagung Tuban.(Avs)

AVSHALOM GROUP

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama