Bunyi sirine kereta dari kejauhan bersahutan dengan suara klakson kendaraan di perlintasan. Di tengah hiruk-pikuk itu, Jumat (15/5/2026) menjadi hari yang istimewa bagi para pejuang lalu lintas di Kabupaten Nganjuk. Satlantas Polres Nganjuk menggelar program Polantas Menyapa dengan cara yang tidak biasa: membagikan paket bantuan sosial kepada SUPELTAS (Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas), sopir ambulans, penjaga palang pintu kereta api, serta warga yang berperan menjaga keamanan dan kelancaran lalu lintas. Di sela-sela tugas mereka yang melelahkan, tiba-tiba ada tangan yang mengulurkan bantuan dan sapaan hangat dari petugas berseragam.
AKBP Suria Miftah Irawan, Kapolres Nganjuk, memberikan penghormatan setinggi-tingginya. “Peran mereka sangat penting dan patut mendapat perhatian,” ujarnya. Seorang SUPELTAS yang mengatur arus kendaraan tanpa pamrih, seorang sopir ambulans yang setiap saat siap melesat menyelamatkan nyawa, seorang penjaga palang kereta yang waspada setiap detik—semua adalah teladan dari semangat gotong royong. Bantuan sosial ini adalah bukti bahwa negara tidak buta terhadap perjuangan mereka sehari-hari.
Dalam aksinya, anggota Satlantas menyambangi titik-titik aktivitas para penerima bansos. Mereka menyerahkan paket secara langsung, lalu meluangkan waktu untuk berdialog hangat. Petugas juga menyampaikan imbauan keselamatan berlalu lintas dengan cara yang ringan dan mudah diingat. Kasat Lantas AKP Ivan Danara Oktavian menambahkan bahwa patroli bakti sosial ini adalah wujud pendekatan humanis Polantas. “Kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat sekaligus memberikan semangat kepada mereka yang setiap hari membantu kelancaran lalu lintas,” jelasnya.
Penutup yang paling berharga dari semua ini adalah harapan akan keberlanjutan. Satlantas Polres Nganjuk bertekad untuk terus mengadakan kegiatan sosial serupa, tidak hanya saat ada program, tetapi sebagai budaya. Dengan saling peduli dan saling menghargai, maka keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di Kabupaten Nganjuk akan terwujud dengan sendirinya—bukan karena paksaan, tetapi karena kesadaran kolektif.(Avs)
