Dari Hobi Jadi Kebutuhan, Greenhouse Mini Buat Warga Getas Tak Lagi Khawatir Kenaikan Harga Sayur


Ketika harga cabai dan bawang merah melonjak tiba-tiba, warga Desa Getas tetap tenang karena mereka punya stok sayuran sendiri dari pekarangan. Rahasianya adalah greenhouse sederhana yang dikembangkan bersama BRIPKA Moch. Muhajir, Bhabinkamtibmas Polsek Warujayeng. Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) yang dimonitornya pada Senin (11/5/2026) terbukti mampu mengubah hobi berkebun menjadi kebutuhan pokok keluarga, terutama sayuran hijau yang dibutuhkan setiap hari untuk konsumsi keluarga.

Keuntungan memiliki greenhouse bukan sekadar perlindungan fisik dari panas dan hujan. Lebih dari itu, warga bisa merencanakan jadwal tanam berdasarkan kebutuhan konsumsi mingguan, bukan sekadar ikut-ikutan musim. Mereka menanam benih secara bertahap, misalnya seminggu setelah panen bayam, mereka langsung menyemai benih baru agar tidak ada masa kosong produksi. Dengan cara ini, sayuran seperti kangkung, caisim, dan selada bisa dipanen setiap tujuh hari sekali secara bergantian. Pola produksi berkelanjutan ini adalah definisi ketahanan pangan dalam skala paling kecil namun paling efektif.

Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan, menyebut gerakan ini sebagai strategi membangun kemandirian pangan dari bawah. Kompol H. Ahmad Junaedi menambahkan bahwa ketika masyarakat sudah terbiasa menanam sendiri, maka rantaian distribusi pangan yang panjang tidak akan mudah membuat mereka panik saat terjadi gejolak ekonomi. Oleh karena itu, Polsek Warujayeng akan menjadikan greenhouse sederhana ini sebagai program unggulan yang didokumentasikan dan diajarkan ke masyarakat luas. Mulai dari satu desa, manfaatnya akan meluas seiring waktu.(Avs)

AVSHALOM GROUP

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama