Sekitar 19 kepala desa yang tergabung dalam Persatuan Kepala Desa (PKD) Kabupaten Mojokerto memenuhi undangan Kapolres AKBP Andi Yudha Pranata pada Jumat (10/4/2026) di Ruang Presisi. Acara yang dikemas sebagai silaturahmi ini ternyata menyimpan agenda besar: memperkuat sinergitas antara kepolisian dan pemerintah desa. Kapolres mengawali diskusi dengan filosofi "Polisi Mojokerto, Polisi Rakyat", mengundang para kades untuk memberikan kritik dan saran secara jujur. Respons positif langsung mengalir, terutama terkait peran Bhabinkamtibmas yang dinilai sangat aktif dan menjadi ujung tombak dalam menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah pedesaan.
Namun, di tengah apresiasi itu, muncul juga isu panas yang selama ini membebani para kepala desa: praktik pemerasan oleh oknum wartawan dan LSM. Ketua PKD, H. Miftachuddin, secara gamblang mengungkapkan bahwa banyak kades yang mengalami intimidasi, sehingga program pembangunan desa sering terhambat. Kapolres yang juga mantan Kapolres Batu ini merespons dengan serius, membuka ruang dialog bagi para kades untuk menyampaikan informasi dan pandangan terkait fenomena tersebut. Ia bahkan mengakui bahwa langkah penegakan hukum terhadap oknum wartawan yang diduga melakukan pemerasan telah dilakukan, dan masukan dari kades sangat diperlukan untuk memperkuat kasus.
Sebagai penutup, para kepala desa menyampaikan apresiasi atas kinerja Polres Mojokerto dalam pengamanan Idul Fitri 2026, termasuk pos-pos pelayanan di rest area Cangar yang dinilai sangat membantu masyarakat. Kapolres menegaskan komitmennya untuk terus membangun hubungan erat dengan instansi lintas sektor, termasuk PKD, demi menciptakan situasi kamtibmas yang aman. Pertemuan yang diakhiri dengan ramah tamah ini membuktikan bahwa sinergi antara Polres Mojokerto dan kepala desa bukan sekadar wacana, melainkan kebutuhan nyata yang berdampak langsung pada kesejahteraan dan keamanan masyarakat di tingkat desa.(Avs)
