Konsep ketahanan pangan seringkali terasa abstrak bagi masyarakat awam. Namun, BRIGPOL Siti Muflihcatin, Bhabinkamtibmas Desa Kampungbaru, Polsek Warujayeng, Nganjuk, berhasil menerjemahkannya ke dalam aksi nyata. Pada Jumat (17/4/2026), ia melakukan pemantauan pemanfaatan lahan pekarangan untuk ternak unggas milik warga binaannya. Kegiatan ini bertujuan memenuhi kebutuhan protein hewani sekaligus menambah pendapatan keluarga, dua hal yang sangat krusial bagi rumah tangga di pedesaan.
Mengapa ternak unggas? Karena hewan ini mudah dipelihara, cepat beranak pinak, dan hasilnya bisa dinikmati setiap hari. Telur ayam kampung, misalnya, bisa menjadi lauk sederhana yang kaya protein. Jika jumlah telur berlebih, warga bisa menjualnya ke pasar atau tetangga. Ini adalah ekonomi berputar yang memberdayakan masyarakat dari level paling bawah tanpa harus menunggu bantuan dari luar.
Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menekankan bahwa peran aktif Bhabinkamtibmas adalah ujung tombak program ketahanan pangan nasional. “Melalui pendampingan ini, kami harap masyarakat dapat lebih mandiri,” ujarnya. Ia juga optimistis bahwa dengan pendekatan seperti ini, kesejahteraan ekonomi keluarga akan meningkat secara perlahan namun pasti.
Kapolsek Warujayeng, Kompol H. Ahmad Junaedi, menegaskan dukungan penuh terhadap kegiatan anggota di lapangan. BRIGPOL Siti, dalam pemantauannya, tidak hanya memeriksa kondisi kandang dan kesehatan ternak, tetapi juga memberikan motivasi agar warga terus mengembangkan usaha ternaknya. Dengan langkah kecil yang konsisten, ketahanan pangan dan ekonomi keluarga yang kuat bukan lagi impian, melainkan kenyataan yang bisa diwujudkan dari pekarangan sendiri.(Avs)
