Apa rahasia di balik turunnya angka kecelakaan lalu lintas secara signifikan selama arus mudik Lebaran 2026 di wilayah Pelabuhan Tanjung Perak? Polres Pelabuhan Tanjung Perak Polda Jatim menjawabnya dengan dua kata: tegas dan humanis. Dalam Operasi Ketupat Semeru 2026, tercatat hanya 4 kasus kecelakaan, turun 42,86 persen dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 7 kasus. Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjungperak, Iptu Suroto, mengungkapkan bahwa yang paling membanggakan adalah tidak adanya korban jiwa (nol fatalitas), sementara pada mudik tahun lalu masih ada 3 orang yang meninggal dunia. Jumlah korban luka ringan juga turun drastis dari 12 orang menjadi hanya 6 orang pada tahun ini.
Keberhasilan ini tidak lepas dari strategi penegakan hukum yang unik: 12 pelanggar terjaring tilang elektronik (ETLE), sementara 148 pengendara lainnya diberikan teguran simpatik. Pendekatan ini memungkinkan polisi untuk tetap menindak pelanggar berat tanpa menciptakan ketakutan berlebihan di kalangan pemudik. Iptu Suroto menambahkan bahwa selama masa operasi, situasi arus lalu lintas di wilayah Polres Pelabuhan Tanjung Perak terpantau lancar tanpa adanya kepadatan yang berarti. Upaya preemtif dan preventif yang dilakukan personel di lapangan, seperti imbauan keselamatan dan pengaturan alur kendaraan, terbukti efektif mencegah titik-titik rawan kecelakaan. Ditambah lagi dengan kerja sama yang baik antara polisi dan pengelola pelabuhan dalam mengatur jadwal kedatangan dan keberangkatan kapal.
Data volume penumpang dan kendaraan yang melintasi Pelabuhan Tanjung Perak selama Operasi Ketupat 2026 tergolong sangat tinggi. Untuk arus masuk Jawa Timur melalui dermaga, tercatat total penumpang mencapai 82.406 orang dengan rincian kendaraan roda dua 2.091 unit, kendaraan roda empat 3.187 unit, serta bus atau truk 2.798 unit. Sementara untuk arus yang meninggalkan Jawa Timur, total penumpang tercatat 17.378 orang dengan kendaraan roda dua 1.015 unit, roda empat 985 unit, dan bus atau truk 1.481 unit. Angka-angka ini menunjukkan bahwa meskipun volume penumpang dan kendaraan sangat tinggi, keselamatan tetap dapat dijaga berkat disiplin para pemudik dan kerja keras aparat di lapangan. Iptu Suroto menekankan bahwa keberhasilan ini adalah bukti bahwa penegakan hukum yang cerdas, bukan sekadar keras, mampu mengubah perilaku masyarakat.
Iptu Suroto mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat dan para pemudik yang telah tertib berlalu lintas serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Menurutnya, keberhasilan menurunkan angka kecelakaan hingga 42,86 persen dan menekan korban jiwa menjadi nihil adalah hasil kerja sama semua pihak, bukan hanya polisi. Polres Pelabuhan Tanjung Perak berkomitmen untuk terus mengoptimalkan penggunaan ETLE dan pendekatan humanis dalam setiap operasi pengamanan arus mudik mendatang. Karena pada akhirnya, teknologi secanggih apa pun tidak akan berarti tanpa kesadaran dan kepatuhan dari para pengguna jalan. Mudik tahun ini menjadi contoh sempurna bahwa ketika polisi dan masyarakat bersinergi, kecelakaan bisa ditekan, nyawa bisa diselamatkan, dan perjalanan pulang kampung benar-benar menjadi momen yang berkesan.(Avs)
.jpeg)