Sinergi TNI-Polri dan Bulog Hasilkan Stok Beras Tertinggi, Masyarakat Diimbau Tak Perlu Panik




Indonesia berhasil mencatatkan tinta emas baru dalam sejarah ketahanan pangannya. Stok beras nasional resmi mencapai 3,9 juta ton, posisi tertinggi yang pernah tercatat di bulan Maret sejak Indonesia merdeka. Pengumuman ini disampaikan dalam gelaran Gerakan Pangan Murah di Jakarta Utara yang melibatkan Bulog dan jajaran Polri. Pemerintah bahkan memprediksi angka ini akan terus bertambah hingga menembus 4,3 juta ton pada akhir Maret, memberikan jaminan bahwa lumbung pangan nasional berada dalam kondisi paling aman sepanjang masa.

Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo memanfaatkan momen ini untuk mengajak masyarakat tidak terpancing isu-isu kelangkaan pangan. Dengan data stok yang solid, ia menegaskan bahwa ketersediaan beras dan bahan pokok lainnya sangat mencukupi. Polri akan terus bersinergi dengan Bulog dalam pendistribusian, mengawal 80.000 ton beras dan puluhan ribu kiloliter minyak goreng setiap bulan agar sampai ke seluruh penjuru tanah air. Langkah ini adalah bagian dari upaya strategis untuk menjaga inflasi tetap terkendali dan harga pangan terjangkau.

Dirut Bulog, Letjen TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa capaian rekor ini adalah hasil dari program pemerintah yang terencana. Dengan target serapan 4 juta ton tahun ini, proyeksi stok akhir tahun akan mencapai lebih dari 5 juta ton, sebuah surplus yang menjadi pilar utama swasembada pangan. Pemerintah juga telah menyiapkan pasokan minyak goreng sebanyak 43.000 kiloliter per bulan dan stok gula yang memadai, khususnya untuk mengamankan kebutuhan selama Ramadhan dan Idulfitri, memastikan semua komoditas pokok tersedia dengan harga stabil.

Gerakan Pangan Murah yang diinisiasi Polri menjadi bukti konkret sinergi ini berjalan efektif. Hampir 300.000 warga di seluruh Indonesia telah menerima manfaat langsung dari distribusi beras murah yang digelar serentak. Dengan total 1.337 ton beras tersalurkan dalam satu hari, program ini menunjukkan skala dan komitmen yang luar biasa. Cadangan beras di level tertinggi sepanjang sejarah, ditambah dengan distribusi yang masif dan terkawal, memastikan Indonesia memasuki era baru stabilitas pangan yang tangguh dan berdaulat.(Avs)

AVSHALOM GROUP

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama