Suasana serius namun penuh semangat kolaborasi terasa di Rupatama Tathya Dharaka Polres Lamongan, Selasa (3/3) siang. Kasat Lantas AKP I Made Jata Wiranegara memimpin rapat koordinasi yang dihadiri puluhan peserta, mulai dari Dishub Lamongan, PT KAI Daop 8, jajaran kapolsek, camat, hingga kepala desa sepanjang jalur rel. Agenda utamanya adalah membahas pengamanan perlintasan kereta api sebidang menjelang Operasi Ketupat Semeru 2026.
"Kami ingin ada peningkatan kesiapsiagaan, terutama menjelang lonjakan mobilitas Lebaran," ujar AKP Made Jata di hadapan para peserta rapat. Menurutnya, rakor ini penting untuk menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi lintas instansi demi mencegah kecelakaan saat arus mudik yang merupakan operasi kemanusiaan. Ia berharap pertemuan ini menghasilkan langkah konkret demi keselamatan masyarakat.
Kadishub Lamongan, Dianto Heri Wibowo, kemudian memaparkan data terkini kondisi perlintasan di wilayahnya. Dari 81 perlintasan sebidang yang ada, 50 titik menjadi perhatian serius, terdiri dari 19 perlintasan dengan pos jaga dan palang pintu, 13 hanya berpalang pintu, 9 palang swadaya masyarakat, 6 tanpa palang pintu, dan 3 dikelola KAI. Tambahan informasi, 19 perlintasan lainnya sudah ditutup untuk keselamatan.
Perwakilan PT KAI Daop 8 menambahkan bahwa selama masa angkutan Lebaran akan ada penambahan 11 perjalanan kereta yang melintas pada jam rawan malam hingga dini hari. Kolaborasi solid antar-stakeholder yang terbangun dalam rakor ini diharapkan mampu menciptakan langkah kuat dan berkelanjutan demi keselamatan masyarakat selama mudik Lebaran 2026. (Avs)