Memasuki hari ke-11 Operasi Ketupat 2026, perhatian Polri kini mulai bergeser ke fase krusial berikutnya: arus balik. Berdasarkan data volume lalu lintas pada Minggu (22/3), jumlah kendaraan yang keluar Jakarta tercatat 168.159 unit, sementara yang masuk Jakarta mencapai 122.994 unit. Meski saat ini arus lalu lintas terpantau mulai melandai dan telah kembali normal dua arah, Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat 2026, Kombes Pol. Marupa Sagala, mengingatkan bahwa peningkatan volume arus balik sudah mulai terlihat secara bertahap. Polri memprediksi puncak arus balik akan terjadi dalam dua tahap, yakni pada 24 Maret serta 28–29 Maret 2026.
Sebagai langkah antisipasi, Polri bersama stakeholder terkait akan memberlakukan rekayasa lalu lintas secara situasional, termasuk contraflow dan one way lokal maupun nasional. Rencana penerapan one way nasional dijadwalkan mulai 24 Maret 2026 dari KM 414 hingga KM 70. Masyarakat juga dapat memanfaatkan jalur alternatif melalui ruas Tol Jakarta–Cikampek II Selatan yang pada segmen tertentu dapat digunakan secara gratis selama Operasi Ketupat 2026. Dengan dukungan pemantauan CCTV, traffic counting real time, serta koordinasi lintas sektor bersama Kementerian Perhubungan, Jasa Marga, dan Jasa Raharja, Polri memastikan kesiapan penuh menghadapi lonjakan kendaraan.
Selain fokus pada rekayasa lalu lintas, Polri juga mencatat perkembangan penting di sektor transportasi umum dengan 2.922 perjalanan kereta api, 871 trip kapal, dan 1.565 penerbangan. Kombes Pol. Marupa Sagala mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan bijak, memanfaatkan rest area secukupnya, dan selalu mematuhi peraturan lalu lintas. Dengan sinergi yang solid antara aparat dan masyarakat, Polri optimistis arus balik tahun ini dapat berjalan aman, tertib, dan lancar, mengantarkan setiap pemudik kembali ke rumah dengan selamat.(Avs)
