Di tengah hiruk pikuk persiapan menyambut dua momen sakral yang nyaris berbarengan, Polda Jawa Timur mengambil inisiatif dengan mengumpulkan seluruh elemen masyarakat dalam sebuah forum penting. Gedung Mahameru menjadi saksi bagaimana para pemimpin daerah, tokoh agama, dan instansi terkait duduk bersama untuk merancang pengamanan terbaik. Langkah ini bukan sekadar formalitas tahunan, melainkan sebuah kebutuhan mendesak mengingat Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri akan datang silih berganti pada Maret 2026 nanti. Kapolda Jatim menegaskan bahwa perbedaan waktu perayaan ini justru menjadi kekuatan untuk menunjukkan toleransi dan sinergi antarumat beragama di Jawa Timur. Kesiapan matang sejak dini diharapkan mampu menjawab ekspektasi masyarakat akan rasa aman dan nyaman saat menjalankan ibadah.
Rapat koordinasi lintas sektoral yang digelar pada Senin lalu itu lebih dari sekadar membahas rekayasa lalu lintas. Kapolda Irjen Nanang Avianto menjelaskan bahwa Operasi Ketupat Semeru 2026 dirancang sebagai wujud nyata kehadiran negara dalam melayani publik, tidak hanya dari aspek keamanan tetapi juga sosial dan spiritual. Operasi terpusat ini akan berlangsung selama 13 hari, dari 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan seluruh potensi sumber daya yang ada. Ini adalah momentum untuk membuktikan bahwa aparat keamanan mampu beradaptasi dengan dinamika masyarakat yang kompleks, di mana mobilitas sosial dan kekhusyukan beribadah harus berjalan beriringan.
Sinergi yang dibangun dalam rakor ini merupakan fondasi utama untuk mewujudkan slogan "Mudik Aman, Keluarga Bahagia". Kapolda mengingatkan bahwa arus mudik dan balik yang melibatkan jutaan orang membutuhkan pengelolaan luar biasa, mulai dari pengamanan tempat ibadah, objek wisata, hingga titik-titik rawan kemacetan dan kriminalitas. Polda Jatim tidak bisa bekerja sendiri; dibutuhkan peran aktif TNI, pemerintah daerah, dinas perhubungan, serta para tokoh masyarakat untuk menciptakan ekosistem yang kondusif. Kepercayaan publik yang tinggi menjadi modal sosial yang harus dijaga dengan aksi nyata di lapangan.
Pada akhirnya, keberhasilan pengamanan dua hari besar keagamaan ini akan menjadi tolok ukur kedewasaan bangsa dalam mengelola keberagaman. Masyarakat menaruh harapan besar kepada aparatur negara agar rangkaian ibadah Nyepi dan perayaan Idul Fitri dapat berlangsung khidmat tanpa gangguan keamanan. Melalui koordinasi yang erat dan sinergi yang solid, Polda Jatim optimis dapat memberikan perlindungan terbaik. Komitmen bersama yang tercipta di ruang rapat kini tinggal menanti implementasi di lapangan, demi mewujudkan Jawa Timur yang aman, damai, dan penuh keberkahan.(Avs)
.jpeg)