Di bulan yang penuh berkah ini, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memilih Bumi Lancang Kuning sebagai salah satu persinggahan dalam Safari Ramadhan-nya. Namun, kunjungan kerja ke Pekanbaru ini jauh dari kesan formal dan kaku. Di Masjid Al-Adzim Polda Riau, ia berbaur dengan tokoh agama, rektor, serikat buruh, mahasiswa, dan para pengemudi ojek online, menciptakan suasana hangat yang mencerminkan eratnya hubungan antara aparat dengan rakyat yang dilayaninya.
Di hadapan para tokoh yang hadir, Sigit menyampaikan bahwa Indonesia saat ini dihadapkan pada situasi global yang penuh ketidakpastian. Namun, ia tidak ingin bangsa ini larut dalam kekhawatiran. Baginya, kunci untuk tetap tegar adalah dengan memperkuat soliditas internal. "Mari kita jadikan perbedaan sebagai kekayaan, bukan sumber pertikaian," pesannya, sembari mengingatkan bahwa hanya dengan persatuan yang kokoh, Indonesia bisa melewati berbagai ujian zaman.
Momen ini juga dimanfaatkan untuk menorehkan sejarah baru di lingkungan Polda Riau. Penandatanganan prasasti renovasi Masjid Al-Adzim menjadi simbol komitmen Polri dalam memajukan sarana ibadah. Lebih dari itu, pengukuhan Satgas PHK dan Satgas Ojol Kamtibmas Presisi menjadi bukti bahwa kepolisian adaptif terhadap tantangan modern. Dengan adanya satgas ini, diharapkan isu-isu sosial seperti PHK dan keamanan mitra ojek online dapat tertangani dengan lebih cepat dan tepat.
Jenderal Sigit kemudian mengajak semua elemen untuk memandang jauh ke depan. Ia bicara soal bonus demografi yang sebentar lagi akan menjadi milik Indonesia. Menurutnya, ini adalah kesempatan emas yang harus dipersiapkan dengan matang, terutama dari sisi kualitas SDM. Jika bangsa ini bersatu dan SDM-nya unggul, maka pengelolaan kekayaan alam yang berlimpah akan membawa Indonesia menuju pintu gerbang kemajuan dan kemandirian.
Di akhir acara, Kapolri menegaskan bahwa Polri tidak akan bisa berjalan sendiri. Filosofi community policing harus terus digaungkan, di mana masyarakat adalah mitra utama kepolisian. Dengan sinergi yang solid, stabilitas kamtibmas akan terjaga, yang pada akhirnya akan menjadi fondasi kokoh bagi pertumbuhan ekonomi. Ia optimis, dengan kolaborasi yang baik antara Polri dan rakyat, cita-cita mewujudkan Indonesia yang adil dan sejahtera bukan lagi sekadar mimpi. (Avs)
