Hasilkan Cuan dari Pekarangan, Warga Senjayan Buktikan Sendiri


Aiptu Suyanto tak hanya bicara, ia turun langsung membuktikan bahwa menanam terong gelatik di pekarangan itu menguntungkan. Di Desa Senjayan, ia menjadi teman diskusi warga tentang cara bercocok tanam yang efektif. Ia bahkan menyisihkan waktu untuk praktik langsung di beberapa lahan milik warga. Hasilnya, warga yang semula skeptis mulai tertarik ikut menanam. Mereka melihat sendiri bahwa dari lahan kecil pun bisa lahir penghasilan tambahan yang berarti.

AKP Sugino menegaskan bahwa inisiatif ini adalah wujud nyata kedekatan polisi dengan masyarakat. Di tengah kesibukan tugas keamanan, polisi tetap punya ruang untuk berkontribusi pada kesejahteraan warga. Menurutnya, terong gelatik adalah komoditas yang tepat karena tidak kenal musim. Warga bisa menanam kapan saja asal air dan sinar matahari cukup. Hal ini membuat perputaran uang di tingkat rumah tangga menjadi lebih stabil.

Warga mulai menghitung keuntungan dari setiap kali panen. Meski nominalnya kecil, bila dikumpulkan dalam sebulan bisa cukup untuk membayar listrik atau beli kebutuhan sekolah anak. Apalagi biaya produksi hampir nol karena lahan milik sendiri dan pupuk dari kotoran ternak atau kompos rumahan. Pola pikir warga pun berubah, mereka kini lebih menghargai setiap jengkal tanah yang dimiliki. Pekarangan yang dulu hanya untuk jemuran pakaian, kini disulap jadi kebun produktif.

Kisah sukses ini menyebar dari mulut ke mulut hingga ke desa tetangga. Banyak warga luar Senjayan yang datang untuk melihat langsung dan bertanya pada Aiptu Suyanto. Ia dengan senang hati berbagi tips dan trik, bahkan menawarkan bantuan bibit bagi yang ingin memulai. Gerakan kecil ini perlahan tumbuh menjadi gelombang kesadaran baru tentang potensi pekarangan. Dari terong gelatik, warga belajar bahwa kemandirian ekonomi bisa dimulai dari halaman rumah sendiri.(Avs)

AVSHALOM GROUP

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama