Di tengah berbagai program ketahanan pangan nasional yang seringkali berskala besar, Polsek Warujayeng, Polres Nganjuk, memilih pendekatan berbeda: memberangkatkan Bhabinkamtibmas AIPDA Suroto ke lahan pekarangan warga Desa Sumberkepuh pada Selasa (31/3/2026). Tujuannya sederhana namun strategis, yaitu memastikan tanaman cabai dalam program P2B tumbuh optimal sehingga warga bisa mandiri pangan dari halaman sendiri.
Kapolsek Kompol Ahmad Junaedi menjelaskan logika di balik langkah ini. "Ketahanan pangan tidak akan tercapai jika kita hanya mengandalkan impor atau pertanian skala besar. Justru dari lahan-lahan kecil milik warga, dengan pendampingan yang konsisten, kita bisa membangun basis pangan yang kuat," tegasnya.
Dalam pemantauan tersebut, AIPDA Suroto menemukan bahwa kendala utama warga bukanlah kemauan, melainkan kurangnya pendampingan teknis dan motivasi berkelanjutan. Oleh karena itu, ia menjadwalkan kunjungan rutin setiap minggu untuk memeriksa perkembangan tanaman sekaligus memberikan penyuluhan singkat di sela-sela percakapan santai.
Strategi dari bawah ini dinilai tepat karena menyentuh akar masalah: warga butuh contoh nyata dan pendampingan yang konsisten, bukan sekadar sosialisasi satu arah. Jika program ini berhasil di Sumberkepuh, bukan tidak mungkin Polsek lain di Nganjuk akan meniru model serupa. Ketahanan pangan, ternyata, bisa dimulai dari langkah kecil seorang Bhabinkamtibmas yang rela tangannya terkena tanah. (Avs)
