Jagung, Petani, dan Polisi: Harmoni Baru dalam Swasembada Pangan di Sidoarjo


Ada pemandangan tak biasa di lahan pertanian Desa Tanjekwager, Krembung, Sidoarjo, Senin (30/3). Di sela-sela tanaman jagung yang mulai meninggi, tampak seorang aparat kepolisian tengah berdiskusi serius dengan kelompok tani. Itulah Aiptu Adin, Kanit Binmas Polsek Krembung, yang tengah melakukan pengecekan rutin perkembangan tanaman jagung. Kegiatan ini merupakan bagian dari instruksi Kapolresta Sidoarjo Kombes. Pol. Christian Tobing untuk mengoptimalkan program swasembada pangan melalui pendampingan langsung kepada petani.

Lahan yang dikelola BUMDes Tanjekwager ini menjadi salah satu lokasi pengembangan program P2B (Pekarangan Pangan Bergizi) di Kabupaten Sidoarjo. Dalam kunjungannya, Aiptu Adin tidak hanya sekadar melihat-lihat. Ia terlibat aktif berkoordinasi dengan kepala desa, penyuluh pertanian lapangan (PPL), hingga para petani untuk memastikan perawatan tanaman seperti pemupukan berjalan sesuai jadwal. "Kami lakukan pemantauan secara berkala agar tanaman jagung tumbuh optimal. Hasil panen yang maksimal diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan petani," ungkapnya.

Di balik kegiatan sederhana ini, tersimpan pesan besar tentang transformasi peran Polri. Kapolresta Sidoarjo menegaskan bahwa institusinya tidak lagi hanya berfokus pada tugas-tugas keamanan konvensional. "Polri hadir membantu masyarakat, termasuk para petani. Melalui pendampingan ini, kami ingin memastikan hasil pertanian meningkat dan mampu mendukung swasembada pangan," ujar Kombes. Pol. Christian Tobing. Pendekatan ini sekaligus memperkuat jembatan emosional antara aparat dan warga.

Program yang dikenal dengan "Polisi Cinta Petani" ini diharapkan mampu menjadi model kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan. Kehadiran polisi di tengah petani memberikan efek psikologis positif, di mana masyarakat merasa didukung tidak hanya secara teknis tetapi juga secara moral. Sinergi antara Polri, pemerintah desa, dan kelompok tani menjadi kunci utama dalam mewujudkan ketahanan pangan yang mandiri.

Polresta Sidoarjo Polda Jatim optimistis bahwa dengan konsistensi pendampingan seperti ini, swasembada pangan di Kabupaten Sidoarjo bukan sekadar target yang dikejar, tetapi sesuatu yang nyata dan terukur. Lebih dari itu, pertumbuhan ekonomi masyarakat dari sektor pertanian diharapkan terus meningkat, membawa kesejahteraan bagi para petani yang selama ini menjadi garda terdepan ketahanan pangan nasional.(Avs)

AVSHALOM GROUP

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama