Pukul 21.00 WIB, Jumat malam, area Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya yang biasanya ramai menjadi saksi bisu operasi senyap. Tim Jatanras Unit Pidum Satreskrim Polres Mojokerto menyisir setiap sudut, mencari seorang buronan yang baru saja terendus keberadaannya. Target mereka adalah HR, pemuda asal Blora yang diduga kuat sebagai pelaku pencurian truk crane di pabrik beton Mojoanyar. Beberapa jam kemudian, operasi tersebut berbuah manis.
Semua berawal dari temuan truk crane Hino bernopol W 8810 NY yang parkir sendiri di kawasan Semampir, Surabaya, beberapa hari sebelumnya. Kendaraan itu diamankan Satlantas Polres Pelabuhan Tanjungperak setelah warga melaporkan keanehan. Informasi itu segera ditindaklanjuti Satreskrim Polres Mojokerto yang memang tengah memburu pelaku. Dari situ, mereka mengetahui bahwa pelaku sempat berniat menjual truk secara COD di Surabaya, namun gagal karena situasi tidak kondusif.
AKP Aldhino, Kasat Reskrim, menjelaskan bahwa setelah gagal menjual truk, HR berencana kabur sendiri ke Kalimantan, meninggalkan rekannya LH. Namun, polisi berhasil mengendus rencana itu. Penangkapan di pelabuhan menjadi akhir dari petualangan kriminal mereka. Kini, setelah keduanya ditahan, proses hukum berjalan, dan truk crane tersebut akan segera dikembalikan kepada pemiliknya yang sah. (Avs)
.jpeg)