Bukan Sekadar Simbol: Lemkapi Desak Kesetaraan Pangkat Pangdam Jaya dan Kapolda Metro


Pelantikan Letjen TNI Deddy Suryadi sebagai Pangdam Jaya pada Kamis (26/3/2026) tidak hanya menjadi berita mutasi biasa, tetapi juga memicu perbincangan tentang kesetaraan struktural antara TNI dan Polri di ibu kota. Direktur Eksekutif Lemkapi, Edi Hasibuan, memberikan apresiasi atas kenaikan pangkat Pangdam Jaya dari bintang dua menjadi bintang tiga, namun ia juga menyoroti bahwa langkah serupa seharusnya dilakukan pada Kapolda Metro Jaya. Menurutnya, tugas dan tanggung jawab Kapolda Metro yang juga mengamankan Jakarta tidak kalah besar, sehingga secara akademik dan fungsional, pangkat Kapolda layak dinaikkan menjadi Komisaris Jenderal (bintang tiga). Bukan sekadar simbol, kesetaraan ini dinilai penting untuk menciptakan koordinasi yang setara dan harmonis di tingkat pimpinan.

Edi Hasibuan menjelaskan bahwa kajian akademik yang dilakukan Lemkapi menunjukkan adanya ketimpangan struktural saat ini. Di satu sisi, Pangdam Jaya kini berpangkat bintang tiga, sementara Kapolda Metro masih berpangkat bintang dua. Padahal, wilayah kerja mereka sama, kompleksitas tantangan yang dihadapi seimbang, dan frekuensi koordinasi lintas institusi sangat tinggi. Dalam berbagai operasi gabungan, perbedaan level ini secara psikologis dapat menimbulkan dinamika yang kurang kondusif. Oleh karena itu, menurutnya, penyesuaian pangkat bukan sekadar keinginan, melainkan kebutuhan untuk menciptakan ekosistem kerja yang lebih efektif dan saling menghormati antarlembaga.

Lebih lanjut, mantan anggota Kompolnas ini menguraikan bahwa penyesuaian pangkat Kapolda akan membawa dampak berjenjang pada seluruh struktur di Polda Metro. Jika Kapolda naik menjadi Komjen, maka Wakapolda yang saat ini dijabat Irjen Pol perlu disesuaikan, dan para Kasatker yang selama ini dijabat Kombes seharusnya naik menjadi Brigjen Pol (bintang satu). Penyesuaian ini, menurut Edi, adalah konsekuensi logis dari upaya harmonisasi struktural yang utuh. Ia menegaskan bahwa tanpa kesetaraan di level bawah, justru akan muncul ketimpangan baru yang dapat mengganggu efektivitas kerja di jajaran kepolisian yang bertugas di ibu kota.

Edi Hasibuan juga membandingkan dengan praktik di berbagai negara. Ia mencontohkan bahwa di Tokyo, Beijing, hingga New York, kepala kepolisian metropolitan memiliki pangkat yang setara dengan bintang tiga. Menurutnya, Indonesia sebagai negara besar dengan ibu kota yang sangat dinamis seharusnya tidak ketinggalan dalam hal ini. Promosi Pangdam Jaya menjadi momentum yang tepat bagi Polri untuk melakukan penyesuaian serupa. Dengan demikian, sinergi antara TNI dan Polri di level pimpinan dapat semakin solid, mendukung kelancaran tugas-tugas pengamanan di pusat pemerintahan.

Di akhir pernyataannya, penulis buku Hukum Kepolisian ini menyatakan bahwa usulan ini disampaikan bukan untuk mengejar gengsi, tetapi untuk menciptakan keseimbangan yang sehat antarlembaga negara. Ia berharap Kapolri sebagai pimpinan tertinggi Polri dapat mempertimbangkan langkah ini secara serius. Dengan adanya kesetaraan pangkat antara Pangdam Jaya dan Kapolda Metro, diharapkan koordinasi lintas institusi di Jakarta dapat berjalan lebih mulus, memperkuat stabilitas keamanan, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Edi Hasibuan mengakhiri dengan optimisme bahwa langkah progresif ini akan segera diwujudkan demi masa depan keamanan ibu kota yang lebih baik. (Avs)

AVSHALOM GROUP

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama