Senjayan Bersemi: Saat Polisi dan Petani Merajut Kemakmuran


Nganjuk- Di tengah hiruk-pikuk isu nasional tentang krisis pangan global, sebuah desa kecil di Kecamatan Gondang, Nganjuk, memilih untuk tidak panik dan justru bergerak dengan langkah-langkah terukur. Desa Senjayan, dengan komoditas sawi putih sebagai primadonanya, kedatangan tamu istimewa pada Rabu pagi: Aiptu Suyanto, Bhabinkamtibmas yang ditugaskan Kapolres Nganjuk untuk menjadi pendamping sekaligus motivator bagi para petani dalam mengelola lahan mereka secara lebih produktif. Kehadirannya menjadi titik balik di mana pendekatan kepolisian yang selama ini identik dengan penegakan hukum, berubah menjadi pendekatan yang lebih bersifat preventif dan pemberdayaan.


Nganjuk- Dalam kunjungannya, Aiptu Suyanto melakukan asesmen cepat terhadap kondisi lahan dan wawancara mendalam dengan beberapa petani kunci yang menjadi motor penggerak kelompok tani setempat. Dari hasil dialog tersebut, teridentifikasi tiga masalah utama: kurangnya akses terhadap benih unggul bersertifikat, terbatasnya pengetahuan tentang teknik pasca panen, dan lemahnya akses pasar yang membuat harga jual seringkali tidak stabil. Ketiga masalah ini kemudian menjadi bahan diskusi panjang yang melibatkan perwakilan petani, aparatur desa, dan Aiptu Suyanto sebagai fasilitator, menghasilkan sejumlah rekomendasi yang akan ditindaklanjuti secara bertahap.


Nganjuk- Kapolsek Gondang AKP Sugino memberikan dukungan penuh terhadap hasil diskusi tersebut dan berjanji akan menginisiasi pertemuan lanjutan dengan pihak Dinas Perdagangan dan Perindustrian Nganjuk untuk membahas solusi pemasaran yang lebih adil bagi para petani. Ia juga meminta Aiptu Suyanto untuk menyusun laporan perkembangan secara periodik, agar setiap kendala yang muncul dapat segera diatasi sebelum berdampak luas pada produktivitas. Komitmen ini menunjukkan bahwa Polri tidak hanya peduli pada aspek keamanan, tetapi juga pada kesejahteraan ekonomi rakyat yang menjadi fondasi stabilitas nasional.


Nganjuk- Ketika sesi pendampingan resmi berakhir, suasana di lahan pertanian berubah menjadi lebih cair dengan canda tawa dan saling berpamitan. Para petani mengaku merasa lebih percaya diri menghadapi musim tanam kali ini, karena mereka memiliki saluran komunikasi yang terbuka dengan aparat keamanan yang siap mendengar dan membantu. Desa Senjayan kini tidak lagi sekadar nama di peta, tetapi menjadi simbol harapan bahwa di tangan-tangan yang bersedia turun ke bawah, ketahanan pangan nasional bisa dirajut dengan benang-benang kebersamaan, kerja keras, dan rasa saling percaya yang tak ternilai harganya.(Avs)

AVSHALOM GROUP

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama