Nganjuk- Di balik setiap buah pepaya yang manis dan segar di Desa Jogomerto, ada cerita panjang tentang pendampingan, motivasi, dan kerja keras bersama antara warga dan Aipda Candra Purniawan. Bhabinkamtibmas Polsek Warujayeng ini mengambil peran vital sebagai penggerak ketahanan pangan, mengikuti arahan Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan yang menginginkan polisi hadir dalam setiap aspek kehidupan masyarakat, termasuk urusan pangan. Dengan semangat pantang menyerah, ia mengubah pandangan warga tentang pekarangan rumah, yang sebelumnya dianggap tidak berguna menjadi lahan produktif yang dipenuhi pohon pepaya menjanjikan.
Nganjuk- Pemantauan dan pendampingan yang dilakukan Aipda Candra mencakup seluruh siklus pertumbuhan pepaya, mulai dari persiapan lahan, penanaman bibit, perawatan rutin, hingga pemanenan dan pascapanen. Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam merawat tanaman karena pepaya yang terawat baik akan berbuah lebih cepat dan lebih lebat dibandingkan tanaman yang dibiarkan begitu saja. Petani pekarangan pun diberikan pemahaman tentang kualitas buah yang baik, sehingga mereka bisa memilih waktu panen yang tepat untuk mendapatkan harga jual tertinggi.
Nganjuk- Interaksi antara Bhabinkamtibmas dan warga berlangsung dalam suasana saling menghormati dan saling belajar, di mana Aipda Candra tidak pernah menggurui, melainkan selalu mendengarkan masukan dari para petani yang telah berpengalaman puluhan tahun. Dari percakapan santai ini, lahir berbagai inovasi lokal, seperti penggunaan pestisida alami dari ekstrak bawang putih dan cabai yang efektif mengusir hama tanpa merusak lingkungan. Warga mulai berani bereksperimen dan mencatat hasilnya, menciptakan basis pengetahuan kolektif yang terus berkembang dari waktu ke waktu.
Nganjuk- Kapolsek Warujayeng Kompol H. Ahmad Junaedi berpesan bahwa Program Pekarangan Pangan Bergizi dengan komoditas pepaya harus dijaga keberlanjutannya melalui pembinaan yang intensif dan evaluasi berkala. Pihaknya berharap Desa Jogomerto tidak hanya dikenal sebagai desa penghasil pepaya, tetapi juga sebagai pusat edukasi ketahanan pangan keluarga yang menginspirasi masyarakat luas untuk mencintai pekarangan mereka sendiri.(Avs)
.jpeg)