Nganjuk- Di bawah sengatan matahari siang, Aiptu Alex B. tak bergeming. Ia justru semakin dekat dengan para petani jagung di Desa Kwagean, meneliti aliran air yang mulai merambat tipis di saluran irigasi. Kegiatan pemantauan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan respons cepat atas arahan Kapolres Nganjuk agar Polri hadir sebagai mitra petani dalam setiap fase pertumbuhan tanaman, terutama saat musim kering yang penuh tantangan.
Percakapan mengalir santai namun sarat informasi. Para petani terbuka menyampaikan kekhawatiran mereka tentang debit air yang kian menurun dan biaya operasional pompa yang membengkak. Aiptu Alex mendengar dengan seksama, lalu memberikan masukan praktis tentang rotasi penggunaan air dan jadwal penyiraman yang lebih hemat. Ia juga mencatat usulan warga untuk dibawa ke musyawarah desa, karena setiap aspirasi kecil bisa menjadi kebijakan besar jika dikelola bersama.
Kapolsek Loceret, AKP Triyono, menegaskan bahwa pendampingan sektor pertanian akan terus digalakkan sepanjang musim. Baginya, kunci ketahanan pangan bukan hanya terletak pada hasil panen, tetapi juga pada rasa aman dan diperhatikan yang dirasakan petani. Dengan semangat gotong royong dan pengawasan yang manusiawi, ia yakin jagung Kwagean tidak hanya bertahan di musim kemarau, tetapi juga tumbuh melimpah sebagai kebanggaan bersama. (Avs)
