Sebuah Malam di Terminal Dua, Polri Tunjukkan Indonesia Bukan Surga bagi Pelarian


Brigjen Pol. Untung Widyatmoko tidak menyembunyikan kebanggaannya saat mengumumkan penangkapan Zheng Rongjing di hadapan awak media. Baginya, ini adalah pembuktian bahwa mekanisme NCB Interpol Indonesia berfungsi dengan baik, bahkan terhadap buronan yang masuk dalam daftar most wanted NCB Interpol Beijing. Ia menjelaskan bahwa permintaan pencarian telah masuk sejak 5 Maret, dan sejak itu pula timnya bergerak membangun profil pergerakan target, termasuk memantau kemungkinan jalur masuk ke Indonesia. Ketika konfirmasi datang bahwa Zheng terbang ke Jakarta, seluruh peta operasi pun disusun dalam hitungan jam.


Di ruang konferensi pers, Karo Penmas Divhumas Polri mengambil giliran bicara untuk menempatkan operasi ini dalam kerangka yang lebih luas. Brigjen Pol. Trunoyudo mengatakan bahwa Indonesia sebagai negara berdaulat memiliki hak dan kewajiban untuk melindungi warganya dari dampak kejahatan lintas negara, termasuk penipuan daring yang kerap memakan korban rakyat kecil. Ia menyebut bahwa sinergi dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta pihak imigrasi menjadi kunci keberhasilan, karena penangkapan tidak bisa dilakukan secara sepihak tanpa koordinasi lintas lembaga. Baginya, ini adalah model kolaborasi yang harus terus dipelihara.


Setelah diamankan, Zheng Rongjing tidak langsung diserahkan ke otoritas China, melainkan dibawa ke Polda Metro Jaya untuk proses pendalaman yang menyeluruh. Brigjen Pol. Untung menegaskan bahwa penyidik ingin mengetahui apakah kedatangan buronan tersebut hanya singgah sementara atau justru untuk memulai operasi baru di Indonesia. Ia mencurigai adanya pihak lokal yang siap menampung dan menyediakan infrastruktur digital, mengingat modus online scam membutuhkan dukungan teknis yang tidak sederhana. Karena itu, pemeriksaan akan mencakup analisis perangkat elektronik dan komunikasi yang mungkin membawa petunjuk penting.


Keberhasilan ini, menurut Brigjen Pol. Untung, sekaligus menjadi pengingat bahwa kejahatan transnasional tidak pernah tidur, dan Polri pun tidak boleh lengah. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam mengawasi lingkungan sekitar, karena pelaku kejahatan sering kali menyamarkan aktivitasnya di balik bisnis atau organisasi yang tampak sah. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada NCB Interpol Beijing atas kepercayaan dan kerja samanya, seraya berharap kasus ini membuka pintu bagi lebih banyak operasi gabungan di masa depan. Dengan semua itu, Polri berkomitmen untuk terus bergerak, mengejar, dan memastikan bahwa Indonesia tetap menjadi zona yang tidak nyaman bagi siapa pun yang membawa niat jahat. (Avs)

AVSHALOM GROUP

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama