Jakarta- Transformasi digital yang digalakkan Polri dalam beberapa tahun terakhir mulai menuai apresiasi dari masyarakat, sebagaimana tercermin dalam Survei Persepsi Masyarakat dan Evaluasi Kinerja Polri Triwulan II Tahun 2026 yang dipublikasikan Litbang Kompas, dengan skor profesionalitas pelayanan meningkat menjadi 8,37 dan penilaian positif terhadap kemudahan akses layanan. Masyarakat kini dapat mengurus SIM melalui aplikasi SINAR, membuat SKCK secara online, melaporkan kejadian dan kehilangan secara elektronik, melakukan pembayaran digital, serta menikmati penegakan lalu lintas yang lebih transparan melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, menyatakan bahwa pemanfaatan teknologi merupakan komitmen Polri untuk menghadirkan pelayanan yang semakin modern, efektif, dan mudah dijangkau masyarakat, serta menjadi bukti bahwa institusi kepolisian terus beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Jakarta- Polri juga mengembangkan integrasi SPKT Presisi dengan Call Center 110 dan fungsi Samapta, menciptakan sistem pelayanan yang lebih cepat, terdokumentasi secara elektronik, dan responsif terhadap setiap laporan dan pengaduan yang masuk dari masyarakat. Survei Litbang Kompas mencatat tingkat pengenalan masyarakat terhadap layanan Polisi 110 terus meningkat, dan responden yang telah menggunakannya menilai Call Center 110 mudah dihubungi serta memberikan pelayanan yang memuaskan. Hal ini menunjukkan bahwa digitalisasi tidak hanya mempermudah akses, tetapi juga meningkatkan kualitas respons dan kepastian hukum bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian dalam situasi darurat maupun non-darurat.
Jakarta- Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa digitalisasi adalah bagian dari transformasi pelayanan Polri agar semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, dan berbagai inovasi akan terus dikembangkan agar pelayanan publik semakin berkualitas dan memberikan manfaat nyata. Rencana ke depan mencakup penguatan infrastruktur digital, pengembangan aplikasi terintegrasi yang menggabungkan berbagai layanan dalam satu platform, serta peningkatan keamanan data dan privasi pengguna untuk melindungi masyarakat dari potensi penyalahgunaan informasi. Dengan pendekatan yang berkelanjutan dan inklusif, Polri berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap inovasi digital yang diluncurkan benar-benar dapat diakses dan dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di daerah terpencil atau memiliki keterbatasan literasi digital.
Jakarta- Survei yang dilaksanakan pada 9–18 April 2026 terhadap 1.200 responden di 38 provinsi ini menjadi bukti bahwa transformasi digital Polri mulai membuahkan hasil yang diakui oleh publik, dengan masyarakat merasakan sendiri kemudahan dan kecepatan dalam mengakses berbagai layanan kepolisian. Kepercayaan dan kepuasan publik yang meningkat ini menjadi modal penting bagi Polri untuk terus berinovasi dan memperkuat kualitas pelayanan di masa depan. Ke depan, Polri bertekad untuk terus menjadi pelopor dalam pemanfaatan teknologi di bidang keamanan dan pelayanan publik, serta menjadikan setiap masukan dari masyarakat sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan berkelanjutan, demi terwujudnya pelayanan kepolisian yang semakin prima dan dicintai oleh rakyat Indonesia.(Avs)
.jpeg)