Jakarta- Di tengah tantangan era disrupsi digital dan keterbukaan informasi yang semakin kompleks, Polri melalui Dialog Kebangsaan bertajuk "Tribrata dan Catur Prasetya sebagai Kompas Etika Polri Presisi di Era Disrupsi Digital dan Keterbukaan Informasi" menegaskan bahwa nilai-nilai luhur tersebut harus menjadi panduan etika bagi setiap anggota dalam menjalankan tugas. Kegiatan yang digelar di Swasana Lippo Kuningan Grand Ballroom, Jakarta, Selasa (23/6/2026), menghadirkan Dr. Yudi Latif, Prof. Dr. Ary Ginanjar Agustian, dan Kapusjarah Polri Brigjen Pol Abas Basuni sebagai narasumber yang memberikan perspektif mendalam tentang pentingnya penguatan karakter dan moral di tubuh kepolisian.
Jakarta- Dr. Yudi Latif menyampaikan bahwa dalam negara yang majemuk dan luas seperti Indonesia, kepercayaan publik adalah modal paling fundamental bagi Polri dalam menjalankan perannya sebagai penjaga ketertiban dan keutuhan negara, dan inti dari kepercayaan tersebut adalah etika yang harus menjadi perekat utama di seluruh jajaran kepolisian. Menurut Yudi, tanpa fondasi etika yang kuat, upaya-upaya transformasi dan modernisasi institusi akan kehilangan makna, karena kepercayaan publik tidak bisa dibangun hanya dengan teknologi atau sistem, tetapi juga dengan integritas dan moral yang tinggi.
Jakarta- Sementara itu, Prof. Dr. Ary Ginanjar Agustian mengapresiasi keterbukaan Polri yang bersedia menerima masukan dan kritik dari pihak eksternal sebagai bagian dari upaya pembenahan institusi secara terus-menerus, seraya menekankan pentingnya tiga pilar right people, right system, dan right values untuk mewujudkan Polri yang bermoral dan berkelas dunia. Ary juga mengungkapkan hasil survei yang menunjukkan bahwa dorongan anggota Polri untuk maju dan berubah mencapai hampir 95 persen, sebuah angka yang mencerminkan energi besar dan optimisme di internal Polri untuk terus melakukan perbaikan menuju arah yang lebih baik.
Jakarta- Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa Polri terbuka terhadap masukan dan tidak anti kritik, karena semua itu adalah bagian dari proses perbaikan berkelanjutan yang akan membawa Polri menjadi institusi yang semakin profesional, modern, dan dicintai masyarakat. Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80, Polri berharap penguatan nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya semakin terinternalisasi dalam setiap pelaksanaan tugas, sehingga mampu memperkuat profesionalisme sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri di era digital yang penuh tantangan dan peluang.(Avs)
