Dari Satu Polybag ke Ratusan, Polisi Pantau Sayuran Warga yang Mulai Menghijau di Tanjunganom


AIPTU Saktian Suryani tidak pernah menyangka bahwa ide sederhana menanam sayur di polybag akan menyebar secepat ini di Kelurahan Tanjunganom. Sejak program Pekarangan Pangan Bergizi digaungkan oleh Kapolres AKBP Suria Miftah Irawan, ia melihat antusiasme warga terus meningkat, dari yang awalnya hanya satu atau dua polybag kini menjadi puluhan di setiap halaman rumah. Pemantauan yang ia lakukan pada Sabtu pagi itu bukan sekadar mengecek tanaman, tetapi juga mendengarkan cerita warga tentang bagaimana mereka kini lebih hemat dan lebih sehat berkat sayuran segar dari pekarangan sendiri. Kapolres menegaskan bahwa gerakan ini adalah bagian dari strategi besar Polri untuk mendukung kemandirian pangan di tingkat akar rumput.


Kapolsek Warujayeng Kompol H. Ahmad Junaedi menjelaskan bahwa metode polybag dipilih karena paling ramah untuk pemula, tidak memerlukan keahlian khusus, dan biaya awalnya sangat terjangkau. Ia mencontohkan bahwa satu polybag bisa ditanami tiga hingga empat bibit sayuran berbeda, seperti kangkung, bayam, dan sawi, yang bisa dipanen secara bergiliran. Dalam obrolannya dengan warga, AIPTU Saktian memberikan saran tentang pengaturan jarak tanam agar sayuran tidak saling berebut nutrisi, serta cara membuat perangkap hama alami dari botol bekas. Warga yang mendengarkan tampak bersemangat dan berjanji akan mencoba teknik-teknik baru tersebut.


Di sisi lain, Kapolres menyoroti bahwa program ini tidak hanya tentang menanam, tetapi juga tentang membangun kebiasaan positif yang bisa diwariskan kepada generasi berikutnya. Ia mengatakan bahwa anak-anak yang melihat orang tuanya berkebun akan tumbuh dengan kesadaran bahwa makanan tidak datang begitu saja dari pasar, melainkan dari proses yang membutuhkan kesabaran dan perawatan. AIPTU Saktian pun mencatat bahwa beberapa warga mulai melibatkan anak-anak mereka dalam menyiram dan memanen, menjadikan kegiatan ini sebagai momen kebersamaan keluarga. Baginya, nilai tambah inilah yang membuat program ini lebih dari sekadar ketahanan pangan.


Kegiatan diakhiri dengan janji warga untuk memperluas area polybag mereka hingga ke sisi samping rumah yang selama ini tidak terpakai. Kapolsek berharap bahwa dalam tiga bulan ke depan, Kelurahan Tanjunganom bisa menjadi desa percontohan pekarangan bergizi, yang tidak hanya memenuhi kebutuhan sendiri tetapi juga menyuplai ke pasar lokal. Ia juga mengingatkan bahwa Polri akan terus hadir memberikan pendampingan teknis dan moral, karena keberhasilan program ini adalah keberhasilan bersama. Dengan langkah-langkah kecil yang berkelanjutan, Polri di Nganjuk yakin bahwa ketahanan pangan bukanlah mimpi di siang bolong, melainkan kenyataan yang bisa diwujudkan dari halaman rumah. (Avs)

AVSHALOM GROUP

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama