Bukan Hanya Membersihkan, Polres Nganjuk Bangun Jembatan Antarumat di Lima Rumah Ibadah


Di Rayon III, Gereja ST. Hubertus Kertosono menjadi saksi bagaimana personel Polres Nganjuk dengan penuh hormat membersihkan patung dan ornamen gereja, sambil berbincang dengan pengurus tentang sejarah pembangunan gereja tersebut. Di Rayon II, Masjid LDII Tanjunganom dipenuhi semangat gotong royong antara polisi dan jamaah yang bersama-sama menata sajadah dan membersihkan tempat wudhu. Kapolres AKBP Suria Miftah Irawan menjelaskan bahwa Bakti Religi yang digelar serentak di lima rayon ini adalah bentuk nyata dari komitmen Polri dalam mempererat kerukunan antarumat beragama menjelang Hari Bhayangkara ke-80. Baginya, kegiatan ini adalah investasi sosial yang dampaknya akan terasa dalam jangka panjang.


Kapolres menekankan bahwa membersihkan tempat ibadah agama lain adalah tindakan yang mengandung nilai simbolis yang sangat dalam. Ia mengatakan bahwa ketika polisi membersihkan lantai klenteng atau merapikan canang di pura, ada pesan bahwa mereka menghargai keyakinan orang lain tanpa syarat. Di Klenteng Hok Yoe Kiong, pengurus klenteng mengaku terharu karena polisi tidak hanya membersihkan, tetapi juga bertanya tentang tata cara peribadatan yang benar agar tidak salah dalam merawat benda-benda suci. Kapolres berharap bahwa sikap ini akan menginspirasi masyarakat untuk saling menghormati dan menjaga toleransi dalam kehidupan sehari-hari.


Sementara itu, di Pura Kerta Bhuwana Giri Wilis Loceret, personel Polsek Loceret membersihkan area pura dengan penuh kekhusyukan, ditemani oleh pemangku adat yang menjelaskan filosofi setiap sudut pura. Kapolsek Loceret menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi momen untuk mempererat hubungan antara polisi dan komunitas Hindu di Nganjuk, yang selama ini selalu kooperatif dalam menjaga keamanan. Di Monumen Ngadiboyo Rejoso, personel membersihkan area monumen yang sering dikunjungi oleh berbagai komunitas lintas agama, menjadikannya simbol persatuan yang kuat. Kapolsek berharap bahwa kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara rutin untuk memupuk semangat kebersamaan.


Di penghujung kegiatan, Kapolres mengajak seluruh pengurus tempat ibadah untuk terus berkomunikasi dan berkolaborasi dengan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. Ia juga berjanji bahwa Polres Nganjuk akan selalu mendukung kegiatan-kegiatan keagamaan yang positif dan bersifat membangun persatuan. Para pengurus tempat ibadah yang hadir pun menyampaikan apresiasi dan harapan agar kegiatan serupa terus digelar, tidak hanya saat Hari Bhayangkara. Dengan semangat Bhayangkara ke-80 yang membara, Polres Nganjuk optimis bahwa toleransi dan kerukunan umat beragama di kabupaten ini akan semakin kokoh dan menjadi kebanggaan bersama. (Avs)

AVSHALOM GROUP

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama