Data kecelakaan lalu lintas di Indonesia menunjukkan bahwa usia pelajar menyumbang angka yang tidak sedikit. Untuk menyelamatkan generasi muda dari risiko ini, Satlantas Polres Nganjuk menggelar program “Polantas Menyapa” di SMA Negeri 1 Tanjunganom pada Jumat (17/4/2026). Dipimpin Kanit Kamsel IPTU Dwi Purnomo, kegiatan Police Goes To School ini fokus pada edukasi safety riding, pengenalan rambu lalu lintas, serta pembentukan riding attitude yang baik.
Apa yang terjadi jika seorang pelajar tidak memiliki bekal keselamatan? Mereka cenderung mengabaikan helm SNI, melawan arus, atau menggunakan ponsel saat berkendara. Kebiasaan-kebiasaan inilah yang sering berujung pada kecelakaan fatal. Dalam sesi interaktif, petugas memberikan contoh konkret dan solusi praktis. Siswa diajak berkomitmen untuk menjadi pelopor keselamatan di lingkungan sekolah dan rumah mereka.
Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menegaskan bahwa edukasi di lingkungan sekolah adalah langkah strategis. “Kami ingin membentuk karakter pelajar yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran dan disiplin dalam berlalu lintas demi keselamatan bersama,” ujarnya. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan lalu lintas yang lebih aman.
Kasat Lantas Polres Nganjuk AKP Ivan Danara Oktavian menambahkan bahwa program ini bersifat preventif. Para siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan, aktif berinteraksi dengan petugas. Satlantas berharap, melalui Polantas Menyapa, kesadaran tertib berlalu lintas di kalangan pelajar semakin meningkat, sehingga mampu menciptakan situasi Kamseltibcarlantas yang aman, tertib, dan kondusif di seluruh wilayah Kabupaten Nganjuk, demi menyelamatkan generasi muda dari bahaya kecelakaan.(Avs)
.jpeg)