Yang patut diapresiasi dari catatan akhir operasi ini adalah kenyataan bahwa lonjakan volume tidak berbanding lurus dengan munculnya gangguan keamanan atau kemacetan yang berarti. AKBP Taat dengan bangga menyampaikan bahwa secara keseluruhan situasi kamtibmas dan kamseltibcar lantas dapat terpelihara dengan baik, dan tidak ditemukan kejadian yang menonjol selama operasi berlangsung. Keberhasilan ini, menurutnya, merupakan buah dari kerja keras seluruh personel yang tidak pernah lelah mengatur lalu lintas, memberikan pelayanan, serta memastikan bahwa para pemudik merasa aman dan nyaman selama perjalanan. Sinergi dengan berbagai instansi terkait, termasuk Dinas Perhubungan dan Jasa Marga, juga menjadi faktor kunci yang tidak bisa diabaikan dalam pengamanan kali ini.
Kapolres Malang pun menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh masyarakat yang telah turut menjaga kondusivitas selama arus mudik dan arus balik. Ia mengakui bahwa tanpa partisipasi aktif dari para pemudik yang disiplin dan saling menghargai, pengamanan yang dilakukan tidak akan berjalan semulus ini. Ke depan, Polres Malang menegaskan akan terus menjaga kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai agenda masyarakat lainnya, dengan menjadikan pengalaman Operasi Ketupat Semeru 2026 sebagai tolok ukur untuk peningkatan kualitas pelayanan. Dengan penutupan yang positif ini, diharapkan masyarakat dapat menjalani sisa liburan dengan tenang, sementara aparat keamanan tetap siaga mengawal setiap aktivitas yang berlangsung di wilayah hukum Polres Malang.(Avs)
.jpeg)