Bukan sekadar arahan tahunan, Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo memberikan peta jalan dua dekade bagi Divisi Humas Polri dalam Rakernis Humas 2026 di Jakarta. Ia membeberkan Grand Strategy Polri 2025-2045 yang terbagi dalam empat tahap, mulai dari penguatan pondasi organisasi hingga terwujudnya Polri yang adaptif, berintegritas, dan berorientasi pada masyarakat. Lima tujuan utama Polri, yaitu menjaga kamtibmas, penegakan hukum adil dan humanis, pencegahan dan penanggulangan kejahatan, peningkatan pelayanan publik, serta transformasi menuju organisasi modern berbasis teknologi, harus dicapai secara terukur. Wakapolri mengapresiasi peningkatan kualitas manajemen media jajaran Humas, namun menegaskan bahwa capaian itu baru awal dari perjalanan panjang. (Avs)
Wakapolri menekankan bahwa Humas Polri harus mengadopsi pendekatan intelligence-led communication dengan mengoptimalkan big data dan artificial intelligence untuk monitoring real-time, analisis cerdas, dan respons cepat terhadap isu. War Room Humas wajib difungsikan sebagai pusat kendali informasi untuk memonitor tren dan menentukan langkah mitigasi serta amplifikasi. Framework komunikasi berbasis akurasi, relevansi, dan tujuan jelas harus menjadi pedoman setiap produksi konten. Semua ini diperlukan agar Humas tidak hanya menjadi juru bicara, tetapi strategic communication hub yang mampu mengelola persepsi publik, membangun kepercayaan, serta melawan disinformasi. (Avs)
Dalam konteks internalisasi fungsi kehumasan, Wakapolri mengingatkan Perkap Nomor 6 Tahun 2023 yang mewajibkan seluruh anggota Polri memiliki kemampuan komunikasi yang baik, tepat, dan penuh empati. Fungsi kehumasan bukan monopoli Divisi Humas, melainkan tanggung jawab setiap personel di semua lini. Hal ini penting mengingat arus informasi yang serba cepat dan setiap interaksi anggota Polri dengan masyarakat dapat berdampak pada citra institusi. Dengan demikian, Grand Strategy Polri tidak akan tercapai tanpa dukungan budaya komunikasi yang kuat dari seluruh jajaran. (Avs)
Wakapolri juga menginstruksikan seluruh jajaran Humas untuk memahami RPJPN 2025-2045, termasuk delapan agenda pembangunan nasional yang menjadikan transformasi digital sebagai pilar utama, agar komunikasi publik Polri selaras dengan visi Indonesia Emas 2045. Menutup arahannya, Wakapolri menegaskan bahwa Divisi Humas adalah representasi utama Polri di ruang publik. Humas harus menjadi garda terdepan dalam menerapkan strategic intelligence-led communication, mengemban empat tahap Grand Strategy, mencapai lima tujuan utama Polri, sekaligus menjaga marwah institusi di tengah masyarakat. Perjalanan menuju 2045 dimulai dari langkah hari ini, dan Humas Polri siap memimpin transformasi komunikasi tersebut.(Avs)
