Bukan sekadar ucapan basa-basi, para sopir logistik benar-benar merasakan dampak positif dari pengaturan lalu lintas oleh Polresta Banyuwangi. Slamet Barokah, koordinator asosiasi sopir, dengan tegas menyebut petugas layak diacungi jempol karena tetap humanis di tengah tekanan. Hasilnya, jalur Situbondo-Banyuwangi normal kembali, dan yang luar biasa, selama lebih dari 16 hari ribuan kendaraan melintas tanpa kecelakaan. Darmawan dari Alianza Pengemudi Indonesia Bersatu juga mengirimkan ucapan terima kasih atas kerja maksimal Satlantas yang siang malam mengurai kemacetan.
Kunci suksesnya adalah optimalisasi buffer zone di Bulusan. Kendaraan besar diarahkan masuk kantong parkir agar tidak menyumbat pintu pelabuhan, sementara arus kendaraan pribadi dan roda dua sudah terpantau lancar dan tertib. Meski situasi mulai melandai, Polresta Banyuwangi tidak mengendurkan kesiapsiagaan. Skema khusus bagi kendaraan bertonase besar tetap berlaku, dan personel disiagakan di titik-titik penyekatan untuk memastikan stabilitas kelancaran tetap terjaga.
Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, menegaskan bahwa fokus sekarang adalah mempertahankan kelancaran dengan mengatur ritme masuknya kendaraan besar. Volume kendaraan di pelabuhan dijaga seimbang dengan kapasitas dermaga. Personel juga terus mendampingi para pengemudi di kantong parkir agar semua merasa aman dan terlayani. Imbauan keselamatan disampaikan kepada seluruh pengguna jalan, diiringi ucapan terima kasih atas kesabaran dan kerja sama masyarakat selama proses penguraian arus.(Avs)
