Jakarta menjadi saksi dimulainya Operasi Ketupat 2026, sebuah operasi besar yang kali ini mengusung pendekatan berbeda dengan mengandalkan teknologi mutakhir. Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menjelaskan bahwa pemantauan lalu lintas tidak lagi manual, melainkan menggunakan drone yang mampu merekam kondisi dari ketinggian. Kamera pemantau yang tersebar di titik-titik strategis dan body camera yang dikenakan personel menjadi mata tambahan bagi pusat kendali operasi. Data yang terkumpul secara real-time ini menjadi dasar pengambilan keputusan yang cepat dan akurat. Hal ini memastikan bahwa setiap kebijakan contraflow atau one way yang diterapkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Tidak hanya teknologi, kesiapan personel juga menjadi fokus utama dalam operasi tahun ini. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara simbolis menyerahkan puluhan kendaraan operasional untuk tiga Polda yang baru saja pulih dari bencana. Bantuan ini diharapkan dapat memperkuat mobilitas petugas, terutama di daerah-daerah yang sulit dijangkau. Dengan demikian, pelayanan kepada masyarakat yang mudik dapat merata, tidak hanya terkonsentrasi di kota-kota besar. Kehadiran polisi di jalan, di pelabuhan, hingga di tempat wisata menjadi bukti nyata bahwa negara hadir untuk melindungi warganya. Semua ini adalah bagian dari upaya mewujudkan tagline "Mudik Aman, Keluarga Bahagia".
Parameter teknis yang digunakan dalam rekayasa lalu lintas pun sangat detail dan terukur. Jika traffic counting menunjukkan angka 5.500 kendaraan per jam di jalan tol, contraflow satu lajur akan segera diaktifkan. Ketika volume meningkat menjadi 6.500 kendaraan per jam, dua lajur akan dibuka untuk mengurai kepadatan. Dan jika semua itu belum cukup, one way dari kilometer 70 hingga 236 menuju Jawa Tengah menjadi opsi terakhir. Di jalur non-tol seperti kawasan Puncak, sistem satu arah juga diterapkan secara situasional, dievaluasi setiap sore berdasarkan volume kendaraan. Semua skenario ini adalah hasil dari perencanaan matang bersama para stakeholder terkait.
Polri juga tidak melupakan aspek keamanan di luar arus lalu lintas, seperti di tempat ibadah dan destinasi wisata. Lima klaster utama pengamanan telah disiapkan, mulai dari jalan tol, arteri, pelabuhan, simpul transportasi, hingga lokasi-lokasi keramaian. Petugas akan hadir tidak hanya untuk mengatur kendaraan, tetapi juga memastikan masyarakat dapat beribadah dengan khusyuk. Dengan sinergi antara teknologi, personel, dan perencanaan yang matang, diharapkan Operasi Ketupat 2026 berjalan lebih baik dari tahun sebelumnya. Masyarakat pun diimbau untuk mematuhi arahan petugas demi kelancaran bersama, agar kebersamaan Lebaran tahun ini menjadi kenangan indah yang tak terlupakan.(Avs)
.jpeg)