Di balik dinding pekarangan rumah warga Nganjuk, ada gemericik air dan ribuan ekor lele yang tumbuh subur di kolam terpal. Namun, yang membuat cerita ini berbeda bukan hanya ikannya, melainkan sosok AIPTU Saktian Suryani, Bhabinkamtibmas Polsek Warujayeng, yang rutin menyingsingkan lengan baju untuk turun langsung membenahi sirkulasi air dan menakar pakan. Pada Jumat (27/3/2026), ia kembali melakukan asistensi di lahan Pekarangan Pangan Bergizi (P2B), menunjukkan bahwa pendekatan keamanan modern tak lagi sekadar patroli, melainkan juga pendampingan ekonomi.
Kehadirannya di lokasi budidaya bukan sekadar formalitas. Dengan memantau kualitas air dan pertumbuhan benih, Bhabin memastikan warga tidak hanya sekadar mencoba, tetapi benar-benar paham teknik pemeliharaan yang tepat. Pendekatan ini menjadi kunci agar program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah tidak berhenti di tahap awal, melainkan tumbuh menjadi sumber pangan berkelanjutan bagi keluarga.
Kompol Ahmad Junaedi, Kapolsek Warujayeng, menegaskan bahwa keterlibatan personelnya merupakan perpanjangan tangan Polri dalam menyukseskan ketahanan pangan nasional. Menurutnya, memanfaatkan lahan sempit dengan media terpal adalah langkah cerdas. “Kami ingin warga melihat bahwa di balik polisi yang menjaga keamanan, ada juga polisi yang ikut menjaga ketahanan pangan dari halaman rumah,” ujarnya, menyoroti transformasi peran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat.
Dengan pendampingan yang berkelanjutan ini, diharapkan kolam lele terpal tak hanya menjadi solusi pangan keluarga, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru. AIPTU Saktian menambahkan bahwa motivasi dan kepedulian yang diberikan secara konsisten mampu mengubah kebiasaan warga untuk lebih produktif. Dari sinilah, pekarangan yang tadinya kosong kini berubah menjadi lumbung pangan yang bernilai, membuktikan bahwa ketahanan pangan bisa dimulai dari langkah kecil yang diawasi langsung oleh aparat terdekat. (Avs)
