AKBP Dr. Ihram Kustarto, Kapolres Tulungagung, bersama Ketua Bhayangkari Cabang Tulungagung dan para Pejabat Utama Polres, secara langsung menyerahkan bantuan tersebut dengan suasana yang penuh kekeluargaan. Dalam kesempatan itu, AKBP Ihram menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial Polres Tulungagung yang dikemas dalam program Ramadhan Berbagi. Pemilihan penerima bantuan didasari oleh peran mereka yang sangat penting di lingkungan sosial, terutama dalam membantu masyarakat menjalani prosesi pemakaman. Dengan memberikan bantuan ini, Polres Tulungagung ingin memastikan bahwa mereka juga merasakan kebahagiaan dan kecukupan di momen Lebaran yang penuh berkah.
Kapolres Tulungagung dengan penuh haru menyoroti kemuliaan profesi sebagai penggali kubur dan bilal jenazah. Ia mengungkapkan bahwa seringkali keluarga yang ditinggalkan tidak sempat menyampaikan rasa terima kasih karena tengah diliputi kesedihan yang mendalam. Kondisi ini membuat jasa mereka seringkali tidak mendapatkan apresiasi yang layak. "Mereka adalah pahlawan yang bekerja dengan hati," ujar AKBP Ihram. Melalui kegiatan ini, Polres Tulungagung berharap dapat menjadi jembatan untuk menyampaikan penghargaan dari masyarakat luas, sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap profesi yang bertumpu pada pengabdian kepada sesama harus dihormati dan didukung. Bantuan sembako ini diharapkan dapat menjadi simbol terima kasih yang tulus dari institusi kepolisian.
Di balik kegiatan berbagi ini, terdapat pesan mendalam tentang pentingnya menjaga kebersamaan dan sinergi antara Polri dan masyarakat. AKBP Ihram menegaskan bahwa kegiatan bakti sosial seperti ini bukan hanya tentang memberikan bantuan materi, tetapi juga tentang mempererat ikatan batin antara polisi dan warga. Dengan hadirnya kepedulian yang tulus, diharapkan masyarakat akan semakin merasa dekat dan percaya kepada institusi kepolisian. Sinergi yang kuat ini pada akhirnya akan menjadi modal utama dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Semangat berbagi di bulan Ramadhan ini diharapkan terus berlanjut, tidak hanya selama bulan suci, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari, membangun Tulungagung yang lebih harmonis dan penuh dengan nilai-nilai kemanusiaan.(Avs)