Nganjuk- Ladang jagung di Desa Loceret berubah menjadi ruang belajar interaktif ketika Bhabinkamtibmas Aiptu Heri Santoso, S.H. hadir pada Jumat (17/7/2026) untuk memantau tanaman warga binaannya sembari berbagi pengetahuan tentang perawatan jagung yang benar dan efektif. Pendekatan edukatif yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas ini menjadi salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan kesadaran petani akan pentingnya praktik pertanian yang baik, mulai dari pemilihan benih hingga pengelolaan air dan pupuk. Kehadiran aparat kepolisian di tengah lahan pertanian bukan hanya tentang pengawasan, tetapi juga tentang pendidikan yang memberdayakan petani secara berkelanjutan.
Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menegaskan bahwa pendidikan pertanian adalah investasi jangka panjang yang akan terus memberikan manfaat bagi petani dan masyarakat luas di Desa Loceret. Dengan memahami teknik perawatan jagung yang tepat, petani tidak hanya dapat meningkatkan hasil panen tetapi juga mengurangi risiko gagal tanam yang sering terjadi akibat kurangnya pengetahuan teknis. Melalui pendampingan ini, Polri berperan sebagai fasilitator yang membawa pengetahuan pertanian langsung ke tangan para petani.
Aiptu Heri Santoso dalam interaksinya dengan petani menyampaikan berbagai informasi praktis tentang pengenalan hama dan penyakit pada tanaman jagung, cara pengendalian yang ramah lingkungan, serta manajemen panen dan pascapanen yang efisien. Diskusi yang dibangun dengan bahasa yang mudah dipahami membuat petani lebih antusias untuk bertanya dan berbagi pengalaman mereka sendiri. Kapolsek Loceret AKP Triyono berharap bahwa kegiatan edukasi semacam ini dapat dilakukan secara rutin, sehingga petani Desa Loceret terus mendapatkan pembaruan pengetahuan yang relevan.
Kesadaran petani yang terbangun melalui pendekatan edukatif ini diharapkan mampu menciptakan efek berganda, di mana pengetahuan tentang perawatan jagung menyebar dari satu petani ke petani lainnya di Desa Loceret dan sekitarnya. Dengan demikian, Desa Loceret tidak hanya menjadi sentra produksi jagung tetapi juga pusat pembelajaran pertanian bagi desa-desa tetangga. Pada akhirnya, pendidikan pertanian yang dimulai dari ladang jagung ini akan melahirkan generasi petani yang lebih cerdas, mandiri, dan tangguh menghadapi tantangan pangan di masa depan.(Avs)
