Dari Cangkringan untuk Indonesia: Bhabinkamtibmas dan Petani Bahu-membahu Wujudkan Swasembada Pangan


Sebuah gerakan kecil namun bermakna besar terjadi di Kelurahan Cangkringan, Nganjuk Kota, Jumat (22/6/2026). Aiptu Dendy Wahyu, Bhabinkamtibmas setempat, turun ke sawah untuk berdialog dengan para petani tentang masa depan pertanian Indonesia. Bukan sekadar sambang biasa, ini adalah wujud nyata bahwa ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional adalah tanggung jawab bersama. Dari sawah yang sederhana ini, Polri dan petani bahu-membahu menuju Indonesia yang mandiri pangan.

Kompol Jumari, Kapolsek Nganjuk Kota, menegaskan komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah. "Polri siap mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional," ujarnya. Dukungan itu diwujudkan melalui kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah petani, memberikan motivasi, mendengarkan keluhan, dan menjadi jembatan antara petani dengan dinas teknis. Polri tidak ingin hanya menjadi penonton ketika sektor pangan yang vital ini menghadapi berbagai tantangan.

Dalam sambangnya, Aiptu Dendy tidak lupa menyampaikan pesan kamtibmas. Ia mengingatkan petani untuk menjaga keamanan lingkungan, terutama saat malam hari. Ia juga mengajak petani untuk melaporkan setiap kejadian yang mencurigakan. "Keamanan desa bukan hanya tugas polisi, tetapi tugas kita semua," ujarnya. Petani pun merespons positif. Mereka merasa lebih tenang karena ada polisi yang rutin hadir dan mengingatkan.

Aiptu Dendy juga menjadi pendengar yang baik bagi keluhan petani. Mulai dari sulitnya pupuk, serangan hama, hingga ketidakpastian harga gabah. Semua dicatat dan akan dikoordinasikan dengan dinas pertanian. Aiptu Dendy juga berencana mengajak penyuluh pertanian untuk memberikan edukasi langsung kepada petani di sawah. Petani merasa dihargai karena aspirasi mereka tidak hanya didengar tetapi juga akan ditindaklanjuti secara serius.

Dari Kelurahan Cangkringan, Polri memberikan contoh bahwa perubahan besar dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Swasembada pangan nasional tidak akan tercapai hanya dengan kebijakan dari atas, tetapi harus dimulai dari interaksi sederhana di sawah antara polisi dan petani. Dan ketika Aiptu Dendy berdiri di tengah hamparan padi yang mulai menguning, maka ia bukan hanya seorang polisi, tetapi juga simbol harapan bahwa Indonesia bisa mandiri pangan. Dari Cangkringan untuk Indonesia. (Avs)

AVSHALOM GROUP

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama