Pengamanan kegiatan keagamaan sering kali identik dengan penjagaan ketat. Namun kali ini, Polwan menunjukkan bahwa keamanan dapat berjalan beriringan dengan kepedulian sosial.
Di tengah kegiatan ibadah umat Buddha, para Polisi Wanita hadir lebih dari sekadar petugas keamanan. Mereka membantu lansia menaiki tangga, mendampingi anak-anak, serta memastikan seluruh jemaat dapat menjalankan ibadah dengan nyaman.
Sikap sigap dan ramah tersebut mencerminkan transformasi pelayanan kepolisian yang semakin humanis. Kehadiran aparat perempuan dinilai mampu menciptakan suasana yang lebih hangat dan bersahabat.
Melalui pendekatan ini, kepolisian tidak hanya menjaga ketertiban, tetapi juga membangun hubungan emosional yang positif dengan masyarakat.
Tags:
POLRI
